Caraka Muda Nusantara Minta Pemerintah Bentuk Badan Khusus Diaspora

- Kamis, 15 Oktober 2020 | 10:00 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

ANKARA, suaramerdeka.com – Caraka Muda Nusantara melaksanakan Webinar Diaspora Forum dengan tema “Peranan Diaspora dalam Membangun Bangsa” pada Selasa (13/10/2020). Webinar tersebut menghadirkan Rizqan Kamil (Kandidat Master Ilmu Politik, Ankara Haci Bayram Veli University) dan Gading Siagian (Mahasiswa Sarjana Teknik Geologi, Suleyman Demirel University) sebagai narasumber dan Syonia Arifin (Mahasiswa Sarjana Jurnalistik, Ankara Haci Bayram Veli University) sebagai moderator.

“Keberadaan diaspora Indonesia baik profesional maupun pelajar yang tersebar di berbagai negara apakah memiliki peranan positif dalam kemajuan Indonesia. Bagaimana awal mula perkembangannya?” pantik Syonia mengawali diskusi.

Menanggapi pertanyaan tersebut Rizqan Kamil menyebutkan bahwa, ada empat faktor berkembangnya diaspora Indonesia. Pertama, adalah perdagangan di masa lampau seperti diaspora Minang, Bugis, Jawa, Melayu. Kedua, adalah konflik dan peperangan seperti yang terjadi di Aceh, Papua dan Maluku. Ketiga, adalah harapan mencari penghidupan yang lebih baik seperti komunitas eksil di Belanda. Terakhir adalah faktor globalisasi karena perkawinan, pekerjaan dan pendidikan.

“Kehadiran diaspora tentu saja memiliki dampak positif bagi kemajuan Indonesia, salah satunya fungsinya sebagai link penghubung ekonomi diantara dua negara.  Selain itu diaspora juga menjadi agen penyebaran informasi dan potensi human resources bagi kepentingan nasional. Kehadiran diaspora akan meningkatkan pengaruh soft diplomacy Indonesia di negara tempat mereka tinggal," ungkap alumnus FISIP Universitas Syiah Kuala tersebut.

Terkait dukungan yang bisa diberikan pemerintah Indonesia kepada diaspora, Rizqan menyatakan, “Pemerintah dapat merumuskan suatu grand design untuk memaksimalkan potensi diaspora Indonesia. Terlebih dahulu dilakukan penelitian mendalam tentang isu diaspora khususnya tentang isu kewarganegaraan. Selanjutnya pemerintah dapat membuat program kolaborasi strategis dengan jaringan diaspora Indonesia yang tersebar di banyak negara”.

Sementara itu Gading Siagian menjelaskan bagaimana awal mula istilah diaspora berkembang di Indonesia. “Sejak tahun 1960-an, istilah diaspora sudah dikenal di Indonesia, namun masih terkait dengan diaspora Tionghoa yang menetap di Indonesia. Gaung diaspora baru kembali menggeliat ketika Dino Patti Djalal memprakarsai diadakannya Kongres Diaspora Pertama tahun 2012, di Los Angeles, Amerika Serikat," kata dia.

Gading meminta kepada pemerintah untuk membentuk badan khusus yang akan mengurus potensi diaspora. Pemerintah pernah berjanji untuk memberdayakan diaspora yang mau pulang ke tanah air tetapi banyak yang kecewa karena tidak ada badan khusus yang mengurus potensi diaspora.

"Hingga saat ini belum ada database yang akurat tentang diaspora Indonesia. Diperlukan adanya struktur khusus untuk menangani persoalan diaspora, paling tidak badan pemerintah setingkat direktorat jenderal," ujar Ketua MPA PPI Isparta tersebut.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Presiden Serbia: Djokovic dapat Informasi Menyesatkan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WIB

Kazakhstan Bergejolak, Dipicu Kenaikan Bahan Bakar

Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:32 WIB
X