Penelitian di Amerika Serikat Sebut Virus SARS-CoV-2 Picu Orang Tanpa Gejala

- Minggu, 11 Oktober 2020 | 07:55 WIB
Penelitian di Amerika Serikat Sebut Virus SARS-CoV-2 Picu Orang Tanpa Gejala. (istimewa)
Penelitian di Amerika Serikat Sebut Virus SARS-CoV-2 Picu Orang Tanpa Gejala. (istimewa)

AMERIKA, suaramerdeka.com - Berdasarkan penelitian di Universitas Arizona Amerika Serikat sebut virus SARS-CoV-2 yang memunculkan covid-19 picu orang tanpa gejala. Penyebabnya, virus ini dapat mempengaruhi sel-sel tertentu di dalam tubuh, sehingga menghilangkan rasa sakit dan inilah yang dirasakan orang tanpa gejala.

Penelitian terbaru ini mungkin memberikan petunjuk mengapa pada orang tanpa gejala (OTG), lebih dari separuh kasus infeksi tidak mengalami gejala, tetapi terus menyebarkan infeksi dalam jumlah besar.

Menurut Dr Rajesh Khanna, profesor di College of Medicine, Departemen Farmakologi Tucson, alasan beberapa pasien tidak mengalami gejala Covid-19 adalah karena virus dapat menyebabkan penekanan rasa sakit, terutama pada tahap awal.

Karena pasien tersebut tidak mengalami perubahan pada organ vital mereka, mereka melakukan rutinitas seperti biasa. Dengan demikian, mereka menularkan infeksi ke orang lain, secara tidak sadar. Perlu juga dicatat bahwa hari-hari awal infeksi, dianggap paling menular.

Penelitian yang akan segera dipublikasikan di jurnal, PAIN, International Association for the Study of Pain ini menyebutkan, bahwa sangat masuk akal, mungkin alasan penyebaran Covid-19 yang tak henti-hentinya adalah pada tahap awal. Semula berjalan dengan baik-baik saja seolah tidak ada yang salah, karena rasa sakit itu hilang. Jika dapat membuktikan bahwa pereda nyeri inilah yang menyebabkan Covid-19 menyebar lebih jauh, adalah informasi yang sangat berharga.

Angka oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, juga menunjukkan persentase besar dari risiko penularan hingga 40 persen, terjadi pada hari-hari paling awal sebelum gejala muncul (yaitu fase tanpa gejala).

Penemuan ini juga dapat memberikan beberapa petunjuk tentang fakta mengapa dua orang, yang didiagnosis dengan infeksi yang sama, mengalami gejala yang berbeda. Tetapi, mengapa tubuh tidak mengalami rasa sakit.

Meskipun ada lebih banyak penelitian yang sedang berlangsung, salah satu alasan di balik tidak bergejala, atau memiliki Covid-19 tanpa rasa sakit, adalah cara protein lonjakan Sars-CoV-2 mungkin berinteraksi dengan sel reseptor rasa sakit tubuh, sehingga membungkamnya. Karenanya, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menetralkan lonjakan protein virus.

 

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Kasus Covid-19 Korea Selatan Tembus Angka 3.000

Sabtu, 25 September 2021 | 15:47 WIB
X