Soal Isu Pembakaran Masjid, Kedutaan Besar Tiongkok Anggap Fitnah

- Senin, 28 September 2020 | 22:21 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

JAKARTA, suaramerdeka.comKedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jakarta menilai pemberitaan mengenai isu pembakaran banyak masjid di Xinjiang hanyalah rumor dan fitnah.

Juru Bicara Kedutaan Besar RRT di Jakarta menjelaskan, laporan tersebut hanyalah rumor dan fitnah. ‘’Seperti yang diungkapkan oleh sumber-sumber di Australia, ASPI telah lama menerima dana dari pemerintah dan pengusaha senjata Amerika. Dengan dijiwai prasangka ideologis, Institut ini sangat berhasrat meramu dan menggorengkan topik anti-Tiongkok sehingga telah menjadi kekuatan pelopor anti-Tiongkok yang tidak memiliki kredibilitas akademis sama sekali,’’ kata jubir dalam siaran pers yang dikirim kepada wartawan, Senin (28/9).

Beberapa hari ini, Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI) merilis laporan tentang Xijiang bahwa beberapa tahun ini pemerintah Tiongkok menghancurkan banyak masjid di Xinjiang dan terus membangun "kamp-kamp penahanan ".

Menurut juru bicara Kedubes RRT, faktanya, kebebasan agama dan hak-hak lain dari semua kelompok etnis Xinjiang, termasuk etnis Uyghur, telah sepenuhnya dijamin dan dilindungi sesuai hukum.

‘’Jika kita mengambil contoh jumlah masjid, sekarang ada lebih dari 24.000 masjid di Xinjiang, yang sepuluh kali lipat lebih banyak dari pada jumlah total masjid di Amerika Serikat,’’ tegasnya.

Artinya, rata-rata setiap 530 Muslim di Xinjiang memiliki satu masjid, proporsinya juga lebih tinggi daripada banyak negara muslim.

Ditegaskan tidak pernah ada "Kamp Penahanan" di Xinjiang. ‘’Menurut laporan media, yang juga dibuktikan oleh warganet bahwa ada situs yang diidentifikasi oleh ASPI sebenarnya adalah taman industri elektronik dan zona pemukiman berperingkat tinggi. Laporan buruk ini tidak memiliki kredibilitas sama sekali,’’ tegas juru bicara dalam siaran persnya.

‘’Kami berharap media dan teman-teman berbagai kalangan masyarakat Indonesia dapat mencari tahu kebenaran, membedakan yang benar dari yang salah, dan bersama-sama menolak pernyataan yang tidak masuk asal dari institut anti-Tiongkok ini agar tidak disesatkan dan dimanipulasi,’’ tegasnya.

Bantu Mobil

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Arab Saudi Umumkan Aturan Umrah Bagi Jamaah Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 15:09 WIB

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB
X