Airbus Kenalkan Konsep Baru Pesawat Nol Emisi, Mulai Bisa Beroperasi 2035

- Rabu, 23 September 2020 | 08:00 WIB
Foto: airbus
Foto: airbus

TOULOUSE, suaramerdeka.com - Airbus mengungkapkan tiga konsep pesawat komersial nol emisi pertama di dunia yang dapat mulai beroperasi pada tahun 2035. Masing-masing konsep tersebut mewakili pendekatan yang berbeda menuju penerbangan nol emisi, mengeksplorasi berbagai jalur teknologi dan konfigurasi aerodinamis untuk mendukung ambisi Airbus dalam memimpin dekarbonisasi industri penerbangan secara menyeluruh.

“Ini adalah momen bersejarah untuk sektor penerbangan komersial secara keseluruhan, dan kami berkomitmen untuk memimpin transisi terpenting yang pernah disaksikan oleh industri ini. Konsep yang kami ungkapkan hari ini memberikan gambaran kepada publik tentang ambisi kami dalam mendorong visi yang tegas untuk masa depan penerbangan tanpa emisi,” kata Guillaume Faury, CEO Airbus.

Semua konsep ini mengandalkan hidrogen sebagai sumber tenaga utama - opsi yang menurut Airbus menjanjikan sebagai bahan bakar penerbangan yang bersih. Hidrogen kemungkinan akan menjadi solusi untuk industri kedirgantaraan dan juga industri lainnya dalam mencapai target emisi netral.

"Saya sangat yakin bahwa penggunaan hidrogen – baik sebagai bahan bakar sintetis maupun sebagai sumber tenaga utama untuk pesawat komersial – berpotensi mengurangi dampak dari penerbangan terhadap iklim secara signifikan," ujar Faury.

Baca juga: Airbus Bentuk Tim Nightjar, Tingkatkan Kapabilitas Industri Dirgantara Australia

Ketiga konsep - semua diberi kode nama “ZEROe” - untuk pesawat komersial nol emisi yang netral terhadap iklim pertama termasuk desain turbo-fan (kapasitas 120-200 penumpang) dengan jangkauan 2.000+ mil laut, mampu beroperasi lintas benua dan didukung oleh mesin turbin gas yang  telah dimodifikasi dan mendapatkan energi dari pembakaran tenaga hidrogen, bukan bahan bakar jet. Hidrogen cair akan disimpan dan didistribusikan melalui tangki yang terletak di bagian ekor pesawat.

Desain turbo-prop (kapasitas hingga 100 penumpang) menggunakan mesin turboprop sebagai pengganti turbofan, dan juga didukung oleh pembakaran hidrogen dalam mesin turbin gas yang telah dimodifikasi dan mampu melakukan perjalanan lebih dari 1.000 mil laut. Hal ini menjadikannya pilihan yang sempurna untuk perjalanan jarak pendek.

Lalu, Konsep desain sayap-lebur atau “blended-wing body” (kapasitas hingga 100 penumpang) di mana sayap menyatu dengan badan utama pesawat, dengan jarak tempuh yang mirip dengan konsep turbo-fan. Badan pesawat yang sangat lebar memberikan banyak opsi untuk penyimpanan dan distribusi gas hidrogen, serta untuk tata letak kabin.

“Konsep-konsep ini akan membantu kami mengeksplorasi dan mematangkan desain dan tata letak pesawat komersial pertama di dunia yang netral terhadap iklim dan tanpa emisi. Kami menargetkan agar pesawat ini bisa mulai melayani penumpang pada tahun 2035. Transisi ke hidrogen sebagai sumber tenaga utama untuk pesawat-pesawat konsep ini akan membutuhkan langkah tegas dari seluruh ekosistem industri penerbangan. Bersama, dengan dukungan dari pemerintah dan mitra industri, kita dapat menjawab tantangan untuk meningkatkan skala produksi energi terbarukan dan hidrogen demi masa depan industri penerbangan yang berkelanjutan,” kata Faury.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB

Dihantam Gelombang 4 Covid-19, Austria Lockdown Total

Senin, 22 November 2021 | 16:15 WIB

Hari Pohon Sedunia, Menghormati Jasa J Sterling Morton

Minggu, 21 November 2021 | 13:05 WIB
X