Airbus Bentuk Tim Nightjar, Tingkatkan Kapabilitas Industri Dirgantara Australia

- Sabtu, 11 Juli 2020 | 09:00 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

BRISBANE, suaramerdeka.comAirbus Helicopters bergabung dengan lebih dari 20 rekan di Australia untuk membentuk Tim Nightjar, sebuah konsorsium yang menawarkan solusi untuk proyek Land 2097 Phase 4 milik pemerintah Australia. Di bawah proyek ini, pemerintah Australia tengah mencari sebuah armada helikopter untuk mendukung operasi khusus Angkatan Pertahanan Australia.

Tim Nightjar adalah gabungan dari para akademisi dan pihak-pihak yang unggul dari industri kedirgantaraan Australia, yang tersusun atas: Cablex, Cyborg Dynamics, Deakin University, DEWC, ECLIPS, Ferra Engineering, Helicopter Logistics, Helimods, Kinetic Fighting, Kratos Australia, Microflite, Predict Australia, QinetiQ Australia, Safran Helicopter Engines Australia, Seeing Machines, Sigma Bravo, Rusada, TAFE NSW, Tagai Management Consultants, Toll Helicopters, University of Technology Sydney, Varley Group dan Varley Rafael Australia.

Sebagai jawaban terhadap permintaan pemerintah Australia untuk helikopter multifungsi dalam kelas empat ton yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk pasukan militer Australia, Tim Nightjar akan menawarkan sebuah armada helikopter Airbus H145, serta jaringan layanan pendukungnya yang ada di Australia.

“Kami menyadari pentingnya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Australia dalam program ini, mengingat berbagai kemampuan unik yang mereka tawarkan kepada pemerintah Australia. Berangkat dari komitmen yang sebelumnya telah kami jalin dengan industri kedirgantaraan Australia, Tim Nightjar akan fokus dalam berinovasi dan memberi dukungan kepada industri kedirgantaraan Australia,” ujar Andrew Mathewson, Managing Director of Airbus Australia Pacific.

Sebagai konsorsium lokal, Tim Nightjar  akan menyediakan pelatihan bertaraf dunia, mendukung partisipasi dari suku asli Australia, dan memungkinkan adanya pembaruan desain serta implementasi yang cepat selama program tersebut berlangsung.

Dengan komitmen yang jelas untuk berinvestasi terhadap inovasi yang dipimpin oleh Australia, proposal dari Tim Nightjar juga akan menghasilkan keuntungan ekonomi senilai lebih dari 250 juta dolar Australia, dan menciptakan lebih dari 170 lapangan pekerjaan di Australia. “Kami percaya kesempatan ini akan meningkatkan penawaran dari helikopter H145M, seraya menciptakan lapangan pekerjaan, memungkinkan terjadinya transfer teknologi, dan juga kesempatan untuk ekspor,” lanjut Andrew.

“Pemerintah Australia tengah mencari helikopter yang telah terbukti, matang, dan dapat diandalkan, serta sistem pendukung yang kokoh. H145M yang kami tawarkan adalah anggota terbaru dari keluarga H145, yang telah mengantongi lebih dari 5,9 juta jam terbang, dengan lebih dari 1.400 unit yang tengah digunakan di ranah sipil, parapublik, dan militer. Keluarga H145 juga didukung dengan baik oleh jaringan global yang erat,” tambah Andrew.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB

Dihantam Gelombang 4 Covid-19, Austria Lockdown Total

Senin, 22 November 2021 | 16:15 WIB

Hari Pohon Sedunia, Menghormati Jasa J Sterling Morton

Minggu, 21 November 2021 | 13:05 WIB
X