KBRI Den Haag Dukung Pemajuan dan Pemberdayaan Perempuan dalam Bidang Sains

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 12:40 WIB
Dubes Den Haag Mayerfas dalam Webinar 'Women in Science: Promoting and Empowering Women Scientist to Change the World'. (suaramerdeka.com / dok)
Dubes Den Haag Mayerfas dalam Webinar 'Women in Science: Promoting and Empowering Women Scientist to Change the World'. (suaramerdeka.com / dok)

DEN HAAG, suaramerdeka.com - KBRI Den Haag bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Eindhoven menyelenggarakan webinar bertemakan “Women in Science: Promoting and Empowering Women Scientist to Change the World” pada 1 Oktober 2021.

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar Mayerfas kembali menegaskan bahwa upaya Indonesia dalam pemberdayaan perempuan ada di setiap tingkatan, baik nasional, regional, maupun global.

"Bagi Indonesia, berinvestasi pada perempuan berarti berinvestasi dalam hak asasi manusia," kata Dubes.

Sebagai pembicara utama, Duta Besar Odette Melono, Wakil Direktur Jenderal Organisasi Anti Senjata Kimia (OPCW) menekankan pentingnya keterbukaan dalam memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapatkan akses, khususnya di bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM).

Baca Juga: Trending di Twitter, Kisah 3 Anak di Luwu Timur Diperkosa, Diduga Pelaku Ayahnya Sendiri

OPCW mengakui adanya keterbukaan dan perubahan yang dilakukan untuk memberikan akses kepada perempuan, baik pada organ teknis maupun pembuat kebijakan di OPCW.

Webinar menghadirkan panelis yang menginspirasi, yaitu Dr. Carina Citra Dewi Joe, Profesor Catherine Ngila, dan Marina Ika Irianti untuk berbagi pengalaman inspiratif dan perspektif wawasan mereka di bidang STEM.

Beberapa masukan berharga dari panelis adalah pentingnya dukungan antara lain dari keluarga, masyarakat, pemerintah, akademisi, dan industri, untuk memberikan kesempatan dan akses yang sama baik kepada laki-laki maupun perempuan dalam meniti karir di bidang STEM, sekaligus memastikan kompetensi yang dibutuhkan untuk bidang tersebut terpenuhi.

Paradigma bahwa perempuan harus berada di wilayah domestik perlu diubah untuk mendorong agar perempuan dan anak perempuan dapat mengejar aspirasi mereka di bidang STEM.

Baca Juga: 'Sticker' NCT 127 Menangi M Countdown, Kalahkan 'LOCO' dari ITZY

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat! Putri Bill Gates Resmi Menikah Secara Islam

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:09 WIB
X