Indonesian Day Obati Kerinduan Diaspora Indonesia di Belanda

- Senin, 4 Oktober 2021 | 07:00 WIB
Acara Indonesian Day: Reconnecting the Diaspora yang digelar di Herleen, Belanda. (suaramerdeka.com / dok)
Acara Indonesian Day: Reconnecting the Diaspora yang digelar di Herleen, Belanda. (suaramerdeka.com / dok)

HERLEEN, suaramerdeka.com - Kerinduan diaspora Indonesia untuk saling bertemu terobati pada acara 'Indonesian Day: Reconnecting the Diaspora'.

Kegiatan Indonesian Day diselenggarakan KBRI Den Haag bersama Stichting Hibiscus pada Sabtu, 2 Oktober 2021, di Heerlen, Belanda bagian selatan.

Penurunan kasus Covid-19 dan protokol kesehatan yang telah dilonggarkan Pemerintah Belanda sejak akhir September 2021 memungkinkan kehadiran sekitar 200 orang pengunjung yang terdiri dari WNI, diaspora Indonesia, dan warga negara asing.

Pengunjung yang sangat antusias datang tidak hanya dari sekitar Heerlen, tetapi juga dari kota-kota yang cukup jauh seperti Amsterdam, Rotterdam, dan Enschede, serta dari Aachen (Jerman) dan Gent (Belgia).

Baca Juga: Klasemen Sementara PON XX Papua: Jateng Merangsek ke 5 Besar

Diaspora Indonesia menyemarakkan acara dengan berbagai tembang kenangan mulai dari lagu “Apanya Dong?”, “Esok ‘kan Masih Ada”, hingga tarian tradisional seperti tari Manuk Rawa, tari Payung dan tari Gantar.

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, acara juga menghadirkan workshop kilat membatik.

Selain itu, diadakan kuis tentang Indonesia dengan hadiah berupa souvenir khas Indonesia antara lain aksesoris berbahan batik dan wayang kulit.

Pengunjung tampak sangat menikmati berbagai makanan khas Indonesia mulai dari kue jajan pasar, bakso Malang, nasi Padang dan es cendol.

Baca Juga: Satlantas Polres Demak Terapkan Sanksi Tilang Berupa Suntik Vaksin

Pengunjung juga ramai mengunjungi gerai yang menyediakan aneka batik, kerajinan tangan dan jamu khas Indonesia.

Founder Stichting Hibiscus, Ine Waroruntu, mengapresiasi upaya KBRI Den Haag menyelenggarakan kegiatan untuk menghubungkan kembali diaspora Indonesia di Belanda.

“Kami sudah sangat rindu untuk bertemu dan berkumpul dalam acara seperti ini setelah lebih dari satu tahun dibatasi oleh pandemi,” ungkap Ine.

Acara ini dimanfaatkan KBRI Den Haag untuk memberikan layanan outreach kekonsuleran dan keimigrasian berupa sosialisasi portal Peduli WNI, pembuatan/penggantian paspor serta konsultasi terkait kebijakan masuk ke wilayah Indonesia di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Diaspora Indonesia sangat mengapresiasi pelaksanaan Indonesian Day di Heerlen.

“Saya senang sekali KBRI Den Haag datang ke Heerlen yang selama ini belum banyak dikunjungi,” kata Siti Jamilah, WNI yang bekerja di Kantor Pajak Limburg.

Bryan, mahasiswa Indonesia di Universitas Twente, dirinya dan kawan-kawan rela naik kereta empat jam dari Enschede hanya untuk menghadiri acara ini.

Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, KBRI Den Haag, Febrizki Bagja Mukti, menambahkan, Indonesian Day di Heerlen ini adalah kegiatan pertama dari rangkaian kegiatan serupa di beberapa kota lain di Belanda hingga akhir tahun 2021.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arab Saudi Umumkan Aturan Umrah Bagi Jamaah Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 15:09 WIB

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB
X