Mutu Pendidikan Daring Ada di Tangan Tim Hotline Unika Soegijapranata

Maya
- Jumat, 1 Mei 2020 | 13:45 WIB
Cyber Learning (Foto suaramerdeka.com/dok)
Cyber Learning (Foto suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebagai lanagkah antisipasi penyebaran virus Corona di lingkungan kampus, Unika Soegijapranata mulai Senin (16/3) lalu melaksanakan kuliah daring. Sebuah ruangan di Gedung Mikael lantai 3 atau yang lebih dikenal sebagai ruang hijau, disulap menjadi ruang kerja tim hotline cyber.unika.ac.id atau help desk, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring, selama masa darurat.

Tim yang berada di bawah koordinasi Wakil Rektor I Bidang Akademik Unika Soegijapranata Dra Cecilia Titiek Murniati MA PhD, terdiri dari kepala maupun staf Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LPPP), Manajemen Sistem Informasi (MSI) dan Peripustakaan, menjadi ujung tombak.

Selama pelaksanaan pembelajaran daring, dosen dari berbagai program studi, senior maupun junior, tetap atau tidak tetap, datang bergantian untuk mengeksplorasi dan membiasakan diri dengan platform yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 2009 dan diperbarui di tahun 2014. Tim hotline menyadari bahwa perubahan yang mendadak ini memang tidak mudah, sehingga gerak cepat dalam merespon sangat dibutuhkan.

Dua pekan awal pelaksanaan pembelajaran daring, telepon dan chat di nomor WhatsApp hotline tidak pernah berhenti. Demi menjaga kekuatan fisik dan psikis tim hotline agar bisa terus melayani, Rektor Unika Soegijapranata, mengeluarkan keputusan untuk membatasi waktu jaga di ruang hijau dan pelayanan melalui chat.

Meskipun begitu, ketika ada hal darurat, beberapa dosen masih tetap dilayani oleh tim hotline meskipun tidak standby 24 jam. Demikian juga ketika ruang help desk ketika dijaga tim hotline, telepon di ruangan dan melalui gawai, seolah-olah enggan berhenti berbunyi. Melayani semua pertanyaan dan memberikan solusi dari kesulitan dalam pembelajaran daring.

Untuk mendukung kelancaran Cyber Learning dan pelatihan semua alat bantu di dalamnya, ketika beban meningkat maka mereka gerak cepat meng-upgrade spesifikasi server. Sampai saat ini, Unika Soegijapranata telah meng-upgrade server Cyber Learning sampai 8 kali.

Upgrade memori dan jumlah prosesor di server dilakukan agar kuliah yang menggunakan live streaming, ujian proposal dan tugas akhir, webinar, serta rapat daring dapat berjalan dengan lancar.

Pekan awal pembelajaran daring, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) MSI Rezki Trenggono, setiap dua hari sekali menambahkan secara bertahap menambahkan spesifikasi yang lebih tinggi di servernya. Bahkan jika awalnya hanya 2 server, kini telah menjadi 4 server guna mendukung perkuliahan daring

Satu server diletakkan di Jakarta untuk mendukung akses dari berbagai tempat di Indonesia dan tiga server diletakkan di Semarang untuk mendukung akses dari dalam kampus.Setiap server rata-rata sudah diperlengkapi dengan prosesor 16 Core yang setara dengan 16 komputer yang digabung jadi satu. Sedangkan untuk server di Jakarta ditingkatkan sampai dengan prosesor 24 Core.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB

Dihantam Gelombang 4 Covid-19, Austria Lockdown Total

Senin, 22 November 2021 | 16:15 WIB

Hari Pohon Sedunia, Menghormati Jasa J Sterling Morton

Minggu, 21 November 2021 | 13:05 WIB
X