Atasi Pandemi Covid-19 Global, Indonesia Dorong Kesetaraaan Akses Vaksin di Seluruh Dunia

- Sabtu, 25 September 2021 | 10:00 WIB
Menlu Retno Marsudi. (suaramerdeka.com / dok)
Menlu Retno Marsudi. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengatasi pandemi Covid-19 secara global, Indonesia terus mendorong kesetaraan akses bagi semua negara di dunia.

Upaya mendorong kesetaraan vaksin, diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, mengutip pernyataan yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo di depan Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Presiden mengatakan pemulihan ekonomi hanya dapat dilakukan jika kita dapat mengatasi pandemi secara bersama, dan pandemi hanya dapat diatasi jika kita dapat mempersempit ketimpangan akses terhadap vaksin,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Selain di Forum PBB, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan hal serupa saat berbicara di pertemuan Global COVID-19 Summit, Rabu 22 September 2021.

Baca Juga: Tiga Pemuda Mirip Warkop Akhirnya Minta Maaf ke Indro: Minta Bimbingannya

Pertemuan tingkat tinggi dunia terkait penanganan pandemi Covid-19 tersebut digagas Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

“Presiden Republik Indonesia di dalam Global Summit to End Covid-19 Pandemic mengatakan, ketimpangan vaksin antarnegara harus diatasi melalui COVAX Facility, kerja sama dose-sharing, dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan,” ungkap Menlu.

Pertemuan ini bertujuan untuk menggalang dukungan dan melakukan rencana aksi yang nyata guna mewujudkan ketersediaan tambahan tujuh miliar dosis vaksin pada akhir tahun ini dan tujuh miliar dosis berikutnya pada pertengahan tahun 2022.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden RI juga menekankan bahwa politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri.

Baca Juga: Gangguan Produksi Global Buat Harga Minyak Naik untuk Minggu Ketiga Berturut-turut

“Solidaritas dan kerja sama, menurut Presiden, merupakan kunci untuk dunia keluar dari pandemi, pulih bersama,” ujar Menlu.

Lebih lanjut Menlu menyampaikan, kesenjangan akses terhadap vaksin telah menjadi perhatian dunia saat ini.

Menlu mengungkapkan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam Sidang Majelis Umum PBB menyoroti di saat sebagian negara memiliki kelebihan vaksin, sebagian negara lainnya tidak memiliki vaksin.

“Diibaratkan oleh Sekjen [PBB] bahwa kita lulus tes dalam sains tetapi kita mendapat nilai F dalam etika. Ini pernyataan tajam yang disampaikan Sekjen PBB untuk mengungkapkan kegelisahannya terkait kesenjangan akses terhadap vaksin,” ungkapnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arab Saudi Umumkan Aturan Umrah Bagi Jamaah Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 15:09 WIB

Arab Saudi Izinkan 6 Negara Masuk, Termasuk Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 12:39 WIB

Dihantam Gelombang 4 Covid-19, Austria Lockdown Total

Senin, 22 November 2021 | 16:15 WIB
X