• KANAL BERITA

Rambo Dorong Kick Boxing Moncer di Jateng

Lurah Purwosari

LATIHAN RUTIN: Para atlet saat mengikuti latihan rutin di home base Rambo 4294 Jl Bintoro III/31 Semarang. (suaramerdeka.com / I Nengah Segara Seni)
LATIHAN RUTIN: Para atlet saat mengikuti latihan rutin di home base Rambo 4294 Jl Bintoro III/31 Semarang. (suaramerdeka.com / I Nengah Segara Seni)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Rambo 4294 Kick Boxing Camp yang berlokasi di Jl Bintoro III/31 Semarang sepertinya menjadi motor pendorong bergairahnya olahraga kick boxing di Jawa Tengah. Hal ini bisa dilihat dalam catatan jejak prestasi dari home base olahraga bela diri seperti muaythai dan tinju di bawah asuhan Didik Hartanto itu.

Di camp tersebut, selain bisa disaksikan perlengkapannya yang lumayan memadai sebagai sarana pembinaan dan mencetak prestasi, juga tertata sederet piala dalam berbagai bentuk dan model sebagai saksi bisu pertanda catatan gemilang prestasi para atletnya.

Menurut Didik yang didampingi pelatih kick boxing Moh Hamid, prestasi para atlet Jateng di cabang gabungan antara tinju dan karate tersebut cukup bagus. Di kancah kejuaraan nasional yang digelar PB Kick Boxing Indonesia (KBI) atlet-atlet Rambo sudah mampu memperlihatkan prestasi. Sebut saja nama Winardi, Afifaltianti, Aldila Eka Supriyati, Fadila Albana, Senna, Imam Sholihin, Zainur Anwar adalah hasil binaan yang telah bicara di ring nasional.

Bukan hanya itu, menurut Hamid, dua atlet Rambo juga pernah mendapat kepercayaan untuk bergabung di Pelatnas KBI persiapan SEA Games 2019. Namun karena berbagai pertimbangan seperti kesibukan kuliah serta persiapan menghadapi CPNS, keduanya tidak bisa memenuhi panggilan PB KBI.

"Sayang memang, mestinya dari proses pembinaan yang kami lakukan sudah berhasil mencatatkan nama atlet untuk besaing di tingkat Asia Tenggara. Tapi itu tidak masalah, masih ada kesempatan lain,’’ ujarnya.

Fokus Pembinaan

Sementara pengurus Rambo Camp yang lain, Eko Firly menyebutkan, dia yakin di masa mendatang atletnya masih punya kesempatan untuk membela tim Merah Putih di ajang internasional. Karena itu, pihaknya kini tetap fokus melakukan pembinaan di tiga cabang olahraga tersebut.

Seperti yang terlihat pada Rabu (22/1) para atlet yang berlatih secara terpogram dari berbagai usia, mulai usia dini hingga senior. Untuk cabang kick boxing Moh Hamid dibantu Supri mengawasi dan memberi instruksi kepada para atlet. Sementara di arena yang lain terlihat Frans Charles Yurangga, pelatih tim muaythai Jateng di Pra-PON 2020 mengarahkan para atlet muaythai.

Dalam latihan hari tersebut seperti ada juga yang istimewa dengan kehadiran pelatih tinju Jateng, Mohar Sutan yang mencoba ‘’memperbaiki’’ teknik pukulan untuk para atlet. ‘’Ya, kami membutuhkan bantuan Mohar, karena kami sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan terbuka Rambo Kick Boxing Championship di Sleman City Hall, Jogjakarta, 29 Januari – 1 Februari nanti,’’ kata Didik.

Pusat pelatihan bela diri ini setiap minggu mengadakan latihan rutin dalam tiga hari, yakni Selasa, Rabu dan Jumat. Tidak kurang dari 50 atlet digembleng di sana. ‘’Memang tidak selalu semua anak bisa datang setiap jadwal latihan. Di sini kan banyak atlet remaja, sehingga kesibukan di sekolah dan kampus bagi yang mahasiswa juga mempengaruhi kedatangan mereka,’’ kata Didik lagi.


(I Nengah Segara Seni/CN26/SM Network)