• KANAL BERITA

Sepanjang 2019, Prestasi Wushu Capai 90 Persen dari Target Program

BERI KETERANGAN: Pengurus PB Wushu Indonesia memberi keterangan di sela-sela Rapat Penyusunan Program Bina Prestasi di Yogyakarta. (suaramerdeka.com / Agung PW)
BERI KETERANGAN: Pengurus PB Wushu Indonesia memberi keterangan di sela-sela Rapat Penyusunan Program Bina Prestasi di Yogyakarta. (suaramerdeka.com / Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Prestasi atlet wushu Indonesia sepanjang tahun 2019 mencapai target 90 persen dari program yang telah ditetapkan. Pengurus dan atlet terus berupaya agar prestasi makin maksimal demi nama bangsa Indonesia di kancah internasional. Karena itu, Bidang Bina Prestasi Pengurus Besat (PB) Wushu Indonesia akan menyiapkan kegiatan-kegiatan nasional dan mengirimkan atlet di kegiatan internasional.

''Seluruh program kegiatan 2020 sedang kami siapkan, termasuk kegiatan yang akan diikuti para atlet agar mereka terus berkembang,'' tandas Sekjen Wushu Indonesia Ngatino, di sela-sela Rapat Penyusunan Program Binpres PB Wushu Indonesia di Crystal Lotus Hotel Yogyakarta.

Hasil rapat Binpres akan disampaikan dalam Rakernas PB Wushu Indonesia, Februari 2020 mendatang. Kelak, seluruh hasil rapat disatukan dengan bidang lainnya. Selain itu akan ada kalender kegiatan PB Wushu Indonesia yang menjadi acuan pengurus daerah untuk program maupun seleksi atlet yang akan terjun dalam berbagai kejuaraan.

Selama ini atlet Wushu Indonesia telah mampu berbicara di laga internasional, kejuaraan dunia maupun SEA Games. Tahun 2020, bakal banyak hal baru dan akan dijalankan secara maksimal untuk mendongkrak prestasi seperti misalnya penataran wasit Internasional, 2-7 April di Bali, Kejuaraan Asia Oktober 2020 di India, Kejuaraa Dunia Junior, Desember 2020 di Maroko. Pada Juni 2020 juga ada Kejurnas Junior untuk menentukan atlet yang bertanding di Maroko, juga seleksi atlet, di luar atlet PON serta kejuaraan mahasiswa.

Tuan Rumah

Ngatino menjelaskan pada tahun 2022, Indonesia ditunjuk resmi melalui Kongres International Wushu Federation (IWUF), untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior. Ia berharap pada kejuaraan 2022 nanti, Indonesia dapat mengulang kesuksesan Kejuaran Dunia Junior di Bali 2008 yang melahirkan atlet kaliber dunia seperti Lindswell Kwok, Ivana dan lainnya.

''Mencetak atlet berprestasi memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan PB Wushu Indonesia mampu membuktikan dengan prestasi, jadi setiap kegiatan juga sudah disiapkan dananya,'' imbuh Wakil Bendahara Umum, Gunawan Tjokro.

Ia menambahkan saat ini atlet senior wushu ada beberapa lapis,  juga atlet junior dibuat berlapis sehingga potensinya terus terjaga dan meningkat. Banyak atlet yang potensial, dan mereka bersaing secara sehat dan sportif untuk meraih prestasi terbaik.

Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, wushu berkembang menjadi 28 Pengda, dan di setiap daerah ada atlet potensial. Yogyakarta termasuk lima besar dengan DKI, Medan, Surabaya, Jawa Tengah. Atlet daerah Jawa Barat, Riau, Jambi juga mulai menunjukkan potensinya


(Agung Priyo Wicaksono/CN26/SM Network)