SM Diminta Terus Berkontribusi

SM/Asep Abdullah : FOTO BERSAMA: Peserta Gerakan Santri Menulis foto bersama di Ponpes Al Fattah, Dukuh Krapyak RT 1 RW 10, Kelurahan/Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (3/6). (23) : BUKA ACARA: Wabup Sukoharjo, Purwadi membuka Gerakan Santri Menulis di Ponpes Al Fattah, Dukuh Krapyak RT 1 RW 10, Kelurahan/Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (3/6). (23)
SM/Asep Abdullah : FOTO BERSAMA: Peserta Gerakan Santri Menulis foto bersama di Ponpes Al Fattah, Dukuh Krapyak RT 1 RW 10, Kelurahan/Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (3/6). (23) : BUKA ACARA: Wabup Sukoharjo, Purwadi membuka Gerakan Santri Menulis di Ponpes Al Fattah, Dukuh Krapyak RT 1 RW 10, Kelurahan/Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (3/6). (23)

SEJUMLAH elemen yang datang saat Gerakan Santri Menulis, gelenggeleng kepala karena konsistensi Suara Merdeka selama 24 tahun tanpa henti mengadakan acara dari ponpes satu ke ponpes lain di Jateng.

Di antaranya Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi yang mewakili Bupati, Wardoyo Wijaya saat membuka secara resmi acara bertajuk Sarasehan Jurnalisti 2018 itu. Purwadi membacakan sambutan dari bupati yang mengapresiasi setinggitingginya terhadap Gerakan Santri Menulis yang secara kontinyu digelar media terbesar di Jateng itu.

Dalam kesempatan itu dia juga meminta acara untuk para santri tersebut terus belanjut. ”Kami yakin acara seperti ini, menghasilkan generasi muda yang peduli terhadap agama, bangsa, dan negara,” ujar dia.

Purwadi menjelaskan, pada era globalisasi informasi dalam beberapa tahun terakhir, generasi muda di antaranya santri harus berperan. Mereka harus mengetahui dan secara jeli bisa membedakan antara berita yang benar dengan berita bohong (hoaks) yang bermunculan di media sosial (medsos) dan internet. ”Kami dorong santri menulis untuk persatuan dan kesatuan. Karena globalisasi informasi di medsos, santri harus ikut memerangi hoaks. Jadi kami minta Suara Merdeka terus berkontribusi,” lanjutnya.

Wadah Silaturahmi

Acara tersebut juga dihadiri Kepala UPBJJ Universitas Surakarta (UT) Surakarta, Yulia Budiwati serta Humas dan Promosi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Agung M.

Dalam keterangannya, Yulia berharap Gerakan Santri Menulis bisa semakin membuka gerbang pengetahuan dalam hal literasi media. Apalagi selama ini minat generasi muda untuk menulis masih rendah. ”Kami melihat ada relevansinya dengan pendidikan. Makanya kami hadir untuk mendukung gerakan tersebut,” kata dia.

Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko menerangkan, jika Gerakan Santri Menulis yang sudah genap 24 tahun, tetap akan menjadi program unggulan. Kegiatan yang digelar berbarengan dengan bulan suci itu, selain menjadi wadah silaturahmi dengan ulama di kalangan ponpes di wilayah Jateng, juga berbagai elemen.

Di antaranya pemerintah dan institusi pendidikan. ”Kami jadi pelopor dan terus bertekad mencerdaskan generasi muda,” terangnya. (Asep Abdullah-23)


Baca Juga
Loading...
Komentar