SANTRI MENULIS

”Racun” bagi Para Santri

SM/Ryan Rachman  -  HASIL PRAKTIK : Salah satu peserta Gerakan Santri Menulis - Sarasehan Jurnalistik Ramadan Suara Merdeka membacakan hasil praktik menulis berita. (54)
SM/Ryan Rachman - HASIL PRAKTIK : Salah satu peserta Gerakan Santri Menulis - Sarasehan Jurnalistik Ramadan Suara Merdeka membacakan hasil praktik menulis berita. (54)

PERASAAN gembira tak dapat ditahan Tania Rahayu (16). Siswi SMA Ma’arif NU Karangmoncol, Purbalingga itu begitu senang kembali menjadi salah satu peserta Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadan, di Pondok Pesantren Yayasan Islam Nurul Barokah (Yinuba), Desa Beji, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (2/6) lalu.

”Gerakan Santri Menulis Suara Merdeka adalah amal jariah Pak Kukrit Suryo Wicaksono (CEO Suara Merdeka Network) untuk santri,” ungkapnya. ”Salam dari saya untuk Suara Merdeka. Anda meracuni kami semua,” lanjut Tania bersemangat.

Bagi gadis cantik berperwakan kecil itu, ini merupakan kali kedua baginya mengikuti Gerakan Santri Menulis. Dua tahun lalu ia hadir di Ponpes Minhajut Tholabah (Minhtol), Lawegede, Kembangan, Bukateja, Purbalingga.

Kegembiraan Tania sejalan dengan sambutan Bupati Purbalingga Tasdi. Menurutnya kegiatan yang sudah berlangsung selama 24 tahun ini memberi banyak manfaat untuk santri, kiai dan komunitas pondok pesantren.

”Tidak sekadar mengajak santri mengungkapkan ide-ide kreatif melalui tulisan tetapi juga menumbuhkan semangat entrepreneurship dalam dunia tulismenulis,” ungkapnya. Ia berharap, dengan keterampilan menulis kelak akan menjadi modal para santri sebagai humas bagi ponpesnya.

Santri zaman now, harus cerdas menangkap dinamika perkembangan era sehingga akan menjadi santriwan dan santriwati yang cerdas secara intelektual, sosial dan spiritual.

Hadir pula dalam kegiatan itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agus Winarno dan Kabag Humas Protokol, Suroto.

Koordinator Panitia Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadan, Agus Fathudin Yusuf menuturkan, kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat menulis di kalangan pelajar khususnya para santri di Kabupaten Purbalingga.

Purbalingga menjadi salah satu kabupaten dan kota tujuan dalam sarasehan tahun ini yang memasuki usia ke-24. ”Lewat kegiatan ini, keluarga besar Suara Merdeka ingin berbagi ilmu tentang teoriteori menulis kepada kalangan santri dan pelajar agar semangat dalam menulis,” ungkapnya.

Lebih Maju

Adapun pengasuh Pondok Pesantren Nurul Barokah, KH Muhammad Syafi’i Abror mengaku beruntung ponpes yang diasuhnya menjadi lokasi sarasehan dan pelatihan. Dia menyakini, kegiatan itu akan membantu Nurul Barokah menjadi ponpes yang lebih maju.

”Teriring doa agar Suara Merdeka selalu eksis. Gerakan Santri Menulis merupakan ladang amal ibadah Suara Merdeka yang telah membagikan ilmu. Santri bisa membaca, menganalisis dan mencerna berita.

Apa lagi sekarang zaman hoaks, kemampuan seperti itu sangat penting untuk para santri,” tuturnya. Sebelum pelatihan, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh, Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Purwokerto, Raden Sudarwo menyosialisasikan universitasnya.

Kuliah di UT memiliki kelebihan dibandingkan di kampus lain. Para santri berkesempatan kuliah, tanpa harus keluar dari pondok pesantren. Selain tidak harus bertatap muka, biayanya murah dan lulusnya cepat.

Tidak hanya itu, status ijazahnya juga sama, bisa digunakan untuk mendaftar pekerjaan yang diinginkan oleh para santri. Dukungan kegiatan juga diberikan Canvasser Marketing Telkom Purbalingga, Nur Hidayat.

Ia memaparkan layanan Telkom yakni IndiHome yang semakin memanjakan masyarakat seiring penggunaan jaringan fiber optik. Dengan keuntungan internet cepat, stabil, andal dan canggih.

Sementara Humas Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Setiawan memaparkan tentang lembaga pendidikannya yang memiliki 11 fakultas, tujuh program S2, dan tiga program S3.

Dengan mengambil ruh nilai keislaman, Unissula menjadi tempat terbaik para santri untuk melanjutkan studi selepas dari pondok pesantren. (Ryan Rachman-54)