Disiapkan Temu Alumni

Songsong Tahun Perak 2019

SM/Agus Wahyudi : SAMPAIKAN MATERI : Fahmi Zulkarnain menyampaikan materi saat mengisi Gerakan Santri Menulis di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kamis (31/6).(59)
SM/Agus Wahyudi : SAMPAIKAN MATERI : Fahmi Zulkarnain menyampaikan materi saat mengisi Gerakan Santri Menulis di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kamis (31/6).(59)

SEBAGAI satu-satunya media yang konsisten selama 24 tahun menggelar Sarasehan Jurnalistik Ramadan, dengan tajuk Gerakan Santri Menulis, ada keinginan, saat memasuki tahun perak (25 tahun) di 2019. Rencananya bakal disiapkan momen yang lebih spesial, termasuk mengumpulkan para alumni dari Gerakan Santri Menulis selama ini.

Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi menyampaikan, tiga tahun ini Gerakan Santri Menulis juga digelar di kampus-kampus. Sebelumnya hanya dari pondok pesantren ke pondok pesantren saja. ”Tahun ini sudah berjalan selama 24 tahun, jadi tahun depan memasuki tahun perak. Kalau di perusahaanperusahaan atau instansi diperingati secara khusus. Apalagi kegiatan ini satu-satunya yang dilaksanakan media saat bulan Ramadan, yang berjalan cukup lama,” katanya saat pembukaan di UMP, Kamis (31/5).

Untuk menyiapkan momen di tahun perak, dia berpesan ke panitia, setelah rangkaian tahun ini selesai, segera membuka file lama lagi, datadata peserta Gerakan Santri Menulis, mulai kali pertama hingga sekarang untuk didokumentasikan. ”Saya yakin sudah banyak alumnus- alumnusnya yang keren, sebagian sudah ada yang jadi penulis berbakat,” katanya seraya menunjuk ke peserta kali ini juga ada alumni tahun lalu yang sudah jadi penulis artikel di blog maupun media umum.

Menurut Gunawan, bicara karya penulisan dari pondok pesantren, sudah tidak terhitung jumlahnya. Dan ini, katanya, bagian dari peran Suara Merdeka, untuk bersilaturahmi dengan pondok dan kampus, sekaligus menularkan pengalaman. Kalau bicara pengetahuan menulis, bisa diakses dari mana saja. ”Tapi kalau berbagi pengalaman ini yang lebih penting. Kemampuan menulis saat ini sangat dibutuhkan, apalagi bermunculan teknologi dengan berbagai dampaknya. Makanya pengalaman dan penghayatan menulis ini kami harapkan bisa memberikan sumbangsih bagi masyarakat, terutama generasi muda, kalangan santri dan kampus,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan, Kerja Sama, Al Islam Kemuhammadiyahan, Jebul Suroso saat membuka acara menyampaikan, pihaknya merasa terhormat diberi kesempatan ikut berpartisipasi mendukung dan ketempatan acara tersebut. Pihaknya juga memberikan apresiasi karena Suara Merdeka, karena konsisten atau istiqimah, selama 24 tahun bisa menggelar kegiatan tersebut. ”Harusnya sudah dapat rekor Muri, saya tidak tahu apa yang lain (media massa-Red) ada yang melakukan ini atau tidak,” pujinya.

Dia menilai, kegiatan ini bukan semata misi bisnis semata, tapi ini ada unsur sosial dan aspek pembelajaran, termasuk membangun bangsa dalam hal ini pendidikan. Ini, katanya, juga sejalan dengan misi UMP, untuk ikut mensukseskan mengantarkan anak bangsa terkait dengan literasi. ”Untuk tahun perak 2019, jika UMP diberi kesempatan, kami Insyaallah siap menjadi tuan rumah,” katanya menyakinkan.

Sementara Kabag Humas dan Setda Pemkab Banyumas, Joko Setiono saat membacakan sambutan Plh Bupati Banyumas menyampaikan, menulis merupakan hal yang tidak asing di kalangan mahasiswa (kampus). Aktivitas tulis menulis tidak lepas dari budaya perguruan tinggi, yang identik dengan melek literasi dan teknologi tinggi. ”Sayangnya minimnya pengetahuan dan pengalaman jurnalistik, menyebabkan tulisan-tulisan yang dihasilkan belum memenuhi standar kualitas dan kelayakan tayang di media massa. Sehingga perlu dukungan untuk belajar tentang karya jurnalistik,” katanya. (Agus Wahyudi- 59)


Baca Juga
Loading...
Komentar