Informasi Harus Dipahami secara Detail

SM/Ranin Agung  -  SAMPAIKAN APRESIASI : Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Gebugan, KH Murodi menyampaikan apresiasi Gerakan Santri Menulis, Selasa (22/5). (23)
SM/Ranin Agung - SAMPAIKAN APRESIASI : Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Gebugan, KH Murodi menyampaikan apresiasi Gerakan Santri Menulis, Selasa (22/5). (23)

BERGAS  - Berbagai informasi yang ada di media sosial harus dipahami secara detail. Jangan langsung diunggah bahkan disebarkan, jika belum pasti.

Saran tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengkajian Forum Koordinasi dan Pencegahan Terorisme Jawa Tengah, Samsul Maarif ketika menjadi pemateri Gerakan Santri Menulis di Pondok Pesantren Darussalam, Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (22/5) siang.

Hal itu ia kemukakan mengingat akhir-akhir ini banyak bermunculan kabar yang sifatnya belum jelas dan cenderung mengadu domba.

”Maka harus detail menyikapi informasi itu, ini penting sekali dalam menyikapi realita di Indonesia yang mulai bergeser,” tegasnya. Ia pun menilai, saat ini kondisi masyarakat Indonesia dalam posisi rentan. Dengan perantara telepon selular saja, menurutnya informasi hoaks bisa tersebar bebas tidak terkendali.

Untuk menekan penyebaran hoaks di kalangan santri, pihaknya meminta para pengasuh pondok memperketat penggunaan telepon selular. Sejalan dengan itu, dibutuhkan pemahaman agar santri bisa memilah informasi.

”Boleh pakai telepon selular tidak di sini? Tidak boleh ya, kalau benar ya Alhamdulilah. Kami prihatin, jika anak kecil saja sudah bebas menggunakan telepon selular mengingat belum tentu tepat penggunaannya,” katanya.

Apabila kontrol atau pengawasan yang diberikan kurang, Samsul Maarif khawatir ke depannya para santri akan berpaling jika disuruh mengaji Alquran.

Kenapa bisa demikian? Dari pengamatannya, sebagian masyarakat cenderung memilih instan yakni dengan sekadar menghafal Alquran tanpa memahami maknanya secara tuntas.

Tutorial Online

”Yang terjadi, cukup putar lagu bisa mendengarkan hafidz di telepon selular. Jika dibiarkan berkembang, bisa saja nantinya mengirim doa tahlil untuk leluhur, anak-anak akan menjawab alah gampang pak, tinggal putar MP3,” cetusnya.

Bersama Samsul Maarif, hadir juga pemateri dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) dan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Semarang.

Kedua perwakilan perguruan tinggi tersebut, memaparkan tentang berbagai program masuk perguruan tinggi. Kepada lebih dari 300 santri yang hadir, Staf Bagian Promosi UPBJJ-UT Semarang, Lia Dwi Hartati menyebutkan, ada sejumlah fakultas dan jurusan yang bisa diambil oleh santri.

”Kami telah menyiapkan tutorial online, sehingga belajar menjadi mudah. Tugas-tugas bisa dikirim melalui internet. Ini tentu fasilitas plus yang bisa diakses mahasiswa UPBJJ-UT,” terangnya.

Staf Humas Unissula, Musbikhin menambahkan, untuk belajar di perguruan tinggi akhir-akhir ini banyak beasiswa yang bisa diakses. Pihaknya optimistis, santri dari Pondok Pesantren Darussalam Gebugan bisa melanjutkan ke Unissula karena di lingkungan pondok tersebut saat ini sudah ada SMK Kesehatan Darussalam.

”Unissula sudah melakukan kerja sama dengan beberapa negara, jadi almamater kami bisa bekerja ke luar negeri sesuai dengan jurusan yang diambil,” imbuhnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Semarang, H Muhdi yang datang bersama Muspika Bergas, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan rutin yang digagas Harian Suara Merdeka tersebut.

Menurutnya, beberapa karya santri baik tulisan maupun penelitian agar dikenal dan semakin sempurna maka harus diwujudkan dalam tulisan.

”Karya kita biar langgeng dan berkelanjutan, manakala jika berbentuk tulisan. Banyak yang punya ide, tetapi sebatas dibicarakan saja. Artinya, apabila tidak ditulis manusia itu punya sifat lalai. Sekarang ngomong, besok lupa,” jabarnya. (H86-23)


Berita Terkait
Loading...
Komentar