Meremajakan Area Intim Wanita

Oleh Indra Adi Susianto

SM/dok
SM/dok

KECANTIKAN seorang wanita tidak hanya meliputi wajah, kulit ataupun bentuk badan, tetapi juga di area ginekologi atau area wanita yang paling intim. Dalam hal ini, aesthetic ginekologi tidak hanya berdasarkan visual dari luar, tetapi lebih ke arah kesehatan bagian reproduksi yang menjadi satu kesatuan area intim wanita.

Usia seseorang yang terus bertambah akan memengaruhi perubahan fisik, baik yang sudah mengalami proses melahirkan maupun belum. Karena itu, bagi wanita diperlukan pembentukan dan peremajaan kembali atau rejuvenation.

Dari sejumlah penelitian didapatkan bahwa hampir 80% wanita di seluruh dunia dari berbagai golongan usia, mengalami perubahan anatomi pada bagian intim wanita, seperti prolapsed atau turunnya organ wanita, peregangan otot bagian bawah, dan perubahan bentuk. Hal tersebut menyebabkan ketidaknyamanan, sehingga menganggu kualitas hubungan pasangan suami-istri.

Beberapa keluhan yang sering menyertai adalah vaginal bulging, pressure, nyeri saat berhubungan, infeksi saluran kencing yang berulang, BAK yang tidak tuntas sampai konstipasi akan menganggu kehidupan para wanita. Selain itu, sering kali para wanita juga ingin meningkatkan kualitas hubungan suami-istri, meskipun riwayat melahirkan sebelumnya selalu dengan metode sesar.

Dengan adanya aesthetic ginekologi yang merupakan salah satu pengembangan ilmu di bidang kebidanan dan kandungan, maka perubahan- perubahan bagian intim wanita dapat dikoreksi dengan baik. Saat ini terdapat beberapa terapi minimal invasive di bidang aesthetic ginekologi.

Salah satunya melakukan tindakan untuk vaginal rejuvenation, termasuk mengencangkan dan rekonstruksi organ intim wanita, labia minora reduction, labia majora reduction, clitoral hood reduction, dan hymenoplasty. Tindakan ini dapat dilakukan baik pada bagian luar maupun dalam area intim wanita oleh dokter kandungan bersertifikat kompentesi yang sesuai dan diakui.(*)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar