Kejaksaan Berupaya Putus Aliran Dana Teroris

JAKARTA - Beragam upaya dilakukan untuk pencegahan dan penanggulangan tindak pidana terorisme. Salah satunya, ditempuh Kejaksaan dengan menelusuri jaringan terorisme melalui aliran dana mereka.

Wakil Jaksa Agung Arminsyah menjelaskan, pihaknya tengah berupaya memutus aliran dana jaringan teroris dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dengan demikian, penelusuran aliran dana jaringan teroris perlu dioptimalkan. ''Ditelusuri ini uang apa, perdagangan untuk biaya apa, ini dicegah sehingga tidak ada dana untuk teroris,'' ujar Arminsyah di kompleks Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta, kemarin.

Menuurutnya upaya pencegahan tersebut merupakan komitmen bersama dalam acara Konferensi Antiterorisme yang diselenggarakan di Paris, Perancis pada akhir bulan kemarin. ''Kami mengikuti acara itu di Paris terkait pendanaan kegiatan terorisme." Menurutnya, 70 negara mengikuti acara itu dan berkomitmen mengambil langkah-langkah dalam melawan pendanaan terorisme.

Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan, Kejaksaan Agung tengah memproses Direktorat Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya serta Direktorat Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara dibawah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum). ''Hal itu seiring dengan keputusan presiden yang memberi ruang dilakukannya penyempurnaan struktur organisasi Kejaksaan atas hasil pembahasan dan persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.'' Prasetyo meminta seluruh jaksa bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas pra-penuntutan dalam penerbitan P19 (berkas perkara untuk dilengkapi) dan P21 (berkas perkara lengkap) untuk perkara tersebut.(K24-41)