• KANAL BERITA

Ratusan Ribu Personel Terus Siaga

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia, termasuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Bupati/Wali Kota (Pilbup/Pilwalkot) di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng), dilaksanakan pada 27 Juni 2018 atau kurang tiga bulan lagi.

Andaikan coblosan Pilkada dilaksanakan pada hari ini, sebanyak 233 ribu personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) siap mengamankan.

Dalam pesta demokrasi, peran pasukan yang identik dengan seragam hijau-hijau ini cukup vital. Membantu aparat TNI dan Polri dalam pengamanan. Total ada 122 ribu personel yang bertugas mengamanankan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ada dua personel di tiap TPS.

Adapun personel Satlinmas lainnya melakukan pengamanan lingkungan di hari coblosan. Hanya itu? Tidak. Secara keseluruhan ada tiga tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Satlinmas dalam pelaksanaan Pilkada serentak kali ini.

Begitu tahapan pemilu sudah dimulai Maret-Mei 2018, dimulai pula tugas-tugas pengabdian Satlinmas yang mulai tahun 2017 berada di bawah pembinaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jateng.

Pertama, melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) yang tak sesuai dengan aturan. Baik pelanggaran desain APK atau zonasi pemasangannya. Tentu saja penertiban ini dikoordinasi oleh Satpol PP.

Kedua, membantu aparat keamanan dalam proses pengamanan dan pendistribusian logistik pemilu. Di perkotaan, peran mereka tidak terlalu terlihat. Namun di wilayah pedesaan dengan kondisi geografis wilayah yang luas maka peran Satlinmas sangat vital. Hal itu disebabkan keterbatasan personel TNI dan Polri.

Adapun tugas ketiga, menciptakan kondusifitas wilayah. Hal itu dilakukan pada semua tahapan meliputi kampanye, pencoblosan, penghitungan surat suara hingga penetapan pasangan calon sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Mengukur Kesiapan

”Untuk mengukur kesiapan Satlinmas menghadapi Pilkada serentak, diadakan Apel Siaga Satlimas se-eks Karesidenan Surakarta.

Peran mereka vital karena menjadi mata dan telinga pemerintah untuk menciptakan Pilkada yang aman dan damai, sehingga memberikan kenyamanan pada masyarakat,” kata Plh Kepala Satpol PP Provinsi Jateng, Ninik Mardiastuti, seusai pelaksanaan Apel Siaga di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Kamis (22/3) lalu.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi yang juga menjadi inspektur upacara apel siaga, Forkompimda Sukoharjo, Kepala Satpol PP kabupaten/kota eks- Karesidenan Surakarta, 1.500 personel Satlinmas, ormas, LSM, Pramuka, tim SAR, serta perwakilan dari siswa SMA/SMK.

Apel Siaga ini, lanjut Ninik, dilaksanakan di semua kabupaten/kota dan dipusatkan di tiap eks karesidenan. Sementara itu, Pilkada serentak di Jateng tahun ini akan dilaksanakan di tujuh kabupaten/kota yaitu Kabupaten Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Tegal, Magelang, dan Kota Tegal.

Kabid Linmas Satpol PP Jateng, Tri Harso mengatakan, peralihan kewenangan pembinaan Satlinmas dari Kesbangpolinmas ke Satpol PPsesuai Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. ”Untuk mendukung peran Satlinmas membantu pengamanan Pilkada, maka Satpol PPJateng mengadakan pendidikan dan pelatihan.

Pelatihan pengamanan bagi 1.750 personel Satlinmas yang dilakukan di pusat pendidikan militer antara lain Rindam IV Diponegoro, Komando Pendidikan (Didik) Bela Negara Magelang, Dodiklatpur Klaten, dan dan Brigif 4 Yon 407 Dewa Ratna Tegal.

Tujuannya, membentuk mental, fisik, kedisiplinan dan jiwa korsa bagi seluruh anggota Satlimas,” kata Tri Harso. Dalam menjalankan tugas pengamanan, lanjut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga mengalokasikan anggaran bagi Satlinmas. Bagi mereka yang bertugas di TPS, dibiayai oleh KPU.

Sementara yang bertugas di luar TPS dibiayai Pemprov melalui Satpol PP. ”Dengan pelatihan dan alokasi anggaran itu, diharapkan Satlinmas semakin profesional dan disiplin dalam menjalankan tugasnya,” kata Tri Harso.

Dalam arahannya sebagai Inspektur Upacara Apel Siaga Satlinmas, Wabup Sukoharjo Purwadi mengatakan, pemerintah memang perlu melibatkan Satlinmas dalam membantu pengamanan Pilkada serentak 2018. Alasannya, memiliki personel yang banyak dan tersebar di semua wilayah.

Satlinmas juga dinilainya memiliki peranan besar dalam menjaga kondusifitas wilayah. ”Komunikasi dengan semua pihak harus terus dijaga. Cegah munculnya masalah, kalau pun misalnya ada potensi masalah maka harus cepat ditangani,” kata Purwadi.

Dia juga meminta Linmas untuk membuat laporan berkala untuk menginformasikan kondisi lingkungan di wilayah tugas masing-masing. Hal itu sebagai bentuk pengawasan dan deteksi dini. (Hanung Soekendro-55)


  • Tags
Berita Terkait
Komentar