Ekspor Furnitur Ditarget Dua Miliar Dolar AS

JAKARTA- Pemerintah Indonesia memberi target ekspor produk furnitur dan kerajinan pada 2018 mencapai dua miliar dolar Amerika Serikat (AS). Ekspor Indonesia akan menyasar pasar tradisional seperti AS, Eropa, dan Tiongkok, serta pasar nontradisional seperti Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, I Wayan Dipta mengatakan, industri kerajinan dan furnitur merupakan sektor yang padat karya di mana dapat menyerap banyak tenaga kerja hingga 500 ribu orang per satu miliar dolar AS. ”Sehingga sektor ini tidak hanya memberikan nilai tambah, namun juga multiplier effect bagi perekonomian Indonesia,” kata Wayan di sela-sela penutupan pameran ”Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018” di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (12/3).

Dalam rangka program promosi dan perluasan pasar produk UKM potensial ekspor Indonesia, Kemenkop dan UKM memfasilitasi UKM Indonesia pada pameran terbesar di Asia Tenggara itu.

15 UKM

Dalam penyelenggarakan IFEX kelima itu memfasilitasi 15 UKM yang berasal dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, Banten, Jabar, dan Jateng. Selama pameran berlangsung hingga penutupan pada 12 Maret, tercatat transaksi sebesar Rp 4,8 miliar, dengan penjualan ritel sebesar Rp 1,3 miliar dan order potensial sebesar Rp 3,4 miliar.

”Terjadi peningkatan baik dari jumlah UKM yang difasilitasi, dari 11 UKM menjadi 15 UKM, maupun transaksi yang dibukukan dari tahun sebelumnya (2017- Red) total 2017 Rp 1,9 miliar, menjadi Rp 4,8 miliar pada tahun 2018,” kata Wayan.

Adapun negara potensial ekspor yang dijangkau oleh UKM yang difasilitasi Kemenkop dan UKM, di antaranya Arab Saudi, Jerman, Singapura, Australia, India, Pakistan, Inggris, Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Spanyol, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Mongolia. Untuk kategori produk yang paling diminati, di antaranya wooden flooring, wooden handicraft, dan handweaving bamboo basket.

Wayan mengungkapkan, produktivitas UKM Indonesia dari kategori home decor dan furnitur dalam menghadapi tantangan ekspor telah teruji dengan kontribusinya yang signifikan terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan devisa negara. ”Karena itu, sektor ini harus terus dikembangkan sebagai salah satu tonggak perekonomian nasional,” ujarnya. (bn-55)


  • Tags
Berita Terkait
Loading...
Komentar