Waspadai Kerusakan Hutan Setop Penambangan Liar

SEMARANG - Jawa Tengah mewaspadai kerusakan hutan di beberapa wilayah dan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Penambangan liar mesti disetop dan wisata alam yang tak memenuhi persyaratan lingkungan harus ditertibkan. Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri mengatakan jika keduanya dibiarkan maka bisa menjadi sumber bencana banjir dan tanah longsor. Apalagi pada awal tahun ini, curah hujan ektrem juga terjadi di Jawa Tengah. ”Penambangan liar mesti disetop. Menambang asal-asalan akan merusak alam dan berbahaya bagi lingkungan,” ujar Alwin, Rabu (15/1). Untuk itu pihaknya melakukan studi banding persoalan penambangan di Banten, 13-15 Januari. Sebagaimana diketahui, wilayah Lebak Banten mengalami banjir yang parah di awal tahun ini. Salah satu penyebabnya disinyalir adalah penambangan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dalam kunjungan itu, dia didampingi Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko.

Pencurian Tambang

Alwin mengatakan, pengelola Taman Nasional Gunung Merapi mesti serius menanggapi isu ini. Jangan sampai kejadian di Lebak juga terjadi di Jateng. Dalam pengelolaan, lanjut Alwin, bukan menjadi kewenangan Pemprov. Namun pihaknya tetap mendorong agar tidak ada aktivitas penambangan di kawasan tersebut. Perihal kawasan hutan yang digunakan sebagai lokasi wisata alam yang dinilai merusak, salah satunya ada di Lereng Gunung Lawu yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Sempat ada pembukaan lahan dengan alat berat dan penebangan pohon, kini aktivitas di lokasi tersebut dihentikan setelah muncul penolakan. ”Mestinya ada studi dulu, layak atau tidak. Kalau itu kawasan hutan ya tidak boleh sembarangan,” ujar Politikus PDIP ini.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Diatmoko enggan mengatakan penambangan liar atau ilegal namun aktivitas itu masuk dalam pencurian bahan tambang. Pihaknya berulang kali mengingatkan dan bersama dengan kepolisian, menyetop. Namun, masih saja ada aktivitas pencurian. Maka, ia meminta masyarakat peduli dengan lingkungan. Jika ada aktivitas pencurian tambang bisa segera dilaporkan. ”Ke depan kami akan siapkan penambangan rakyat. Daerah konsentrasi semisal di Magelang, Wonosobo, Banyumas, itu nanti yang dikembangkan,” kata Sujarwanto. Perihal kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, lanjutnya, saat ini masih konsentrasi pada taman konservasi. Padahal ada ancaman pencurian tambang dan itu sangat berbahaya. ”Pengalaman di Banten, maka perlu kerja keras. Melibatkan lintas pihak. Pengelola Taman Nasional juga mesti melakukan penertiban,” tuturnya. (H81-23)