Muhammadiyah Jateng Siapkan Dana Rp 2 Miliar

SEMARANG - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyiapkan dana sebesar Rp 2 miliar untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Dana tersebut dihimpun oleh Lembaga Amil Zakat Islam Muhammadiyah (Lazismu) PWM Jawa Tengah serta pengaplikasian dilakukan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Tafsir saat konferensi pers terkait penyaluran bantuan bencana di Jabodetabek di RM Ayam Pakuan Jalan Singosari Raya Semarang, kemarin (9/1).

"Pertama kami sampaikan ikut prihatin atas bencana banjir yang melanda Jabodetabek dan daerah lain di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Kedua, Muhammadiyah Jawa Tengah meyiapkan dana Rp 2 miliar untuk korban bencana di Jabodetabek," kata Kiai Tafsir. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang sering dilirik orang maupun masyarakat sebagai filantropissudah menjadi kultur bagi Muhammadiyahtanggap terhadap bencana yang terjadi. Muhammadiyah, kata dia, memiliki prinsip "sekarang bencana, sekarang berangkat".

Langkah Kedaruratan

Oleh karena itu saat terjadi bencana, Muhammadiyah langsung ikut ambil peran membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana. "Kami langsung mengambil sikap melakukan langkah-langkah kedaruratan. Muhammadiyah mengirim relawan secara mandiri yang dikoordinir oleh MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah," terangnya. Selain mengirim relawan secara mandiri, Muhammadiyah Jateng juga mengirim relawan yang direkrut oleh Pemrov Jawa Tengah. Dari 100 relawan Pemrov Jateng, 25 orang di antaranya merupakan relawan dari MDMC PWM Jawa Tengah. Kiai Tafsir menyampaikan terimakasih kepada Pemrov Jateng yang telah memberi kepercayaan kepada Muhammadiyah Jateng dalam bergabung menangani bencana atas nama Pemrov Jateng. "Kami tidak hanya mengirim bantuan yang bersifat sumber daya manusia berupa relawan baik di lapangan maupun relawan medis. Karena Muhammadiyah Jateng juga mengirimkan tim medis dari rumah sakitrumah sakit wilayah barat, seperti RSI Bumiayu, RSI Muhammadiyah Tegal, RSI Kendal, dan Kebumen," ujarnya.

Kendati demikian, bantuan berupa peralatan medis, menurutnya belum cukup, karena masih banyak hal yang dibutuhkan. Oleh karena itu di samping mengirim relawan, Muhammadiyah Jawa Tengah juga mengirimkan dana untuk kebutuhan korban-korban bencana. "Penggalangan dana yang dikoordinir Lazismu Muhammadiyah Jawa Tengah terkumpul senilai Rp 2 miliar. Bantuan untuk berbagai hal, seperti kebutuhan sehari-hari maupun rehab fasilitas publik yang rusak," katanya. Kiai Tafsir menilai, menangani bencana tidak hanya berhenti di kedaruratan, tetapi juga penanganan pascabencana. Bahkan di tempat tertentu, lanjut dia, Muhammadiyah Jateng meninggalkan unit-unit usaha yang dapat dipakai untuk seterusnya oleh penduduk yang terkena bencana. Kepala Bidang Tanggap Darurat MDMC PWM Jawa Tengah Chairil Anam mengatakan, dana Rp 2 miliar khusus untuk korban bencana di Jabodetabek. (arw-23)