28 Tahun Gagal Raih Emas

SM/Antara  -  TENANGKAN PEMAIN : Pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri (kiri) menenangkan para pemainnya Osvaldo Haay (kedua kiri) dan Evan Dimas (ketiga kanan) seusai kalah dari Timnas Vietnam dalam final sepak bola putra SEAGames 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12). (24)
SM/Antara - TENANGKAN PEMAIN : Pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri (kiri) menenangkan para pemainnya Osvaldo Haay (kedua kiri) dan Evan Dimas (ketiga kanan) seusai kalah dari Timnas Vietnam dalam final sepak bola putra SEAGames 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12). (24)

MANILA - Tim nasional Indonesia U-22 gagal meraih medali emas dari cabang sepak bola pada SEA Games 2019, setelah ditaklukkan 0-3 oleh Vietnam pada pertandingan final di Stadion Rizal Football Manila, Selasa malam. Kekalahan ini sekaligus menandai kegagalan Indonesia membawa pulang medali emas SEA Games cabang sepak bola selama 28 tahun.

Sedangkan bagi Vietnam, ini merupakan medali emas pertama mereka di ajang multicabang olahraga se-Asia Tenggara. Vietnam juga berhasil "mengawinkan" medali emas cabang sepak bola untuk kategori putra dan putri. Kedua tim memulai pertandingan dengan tempo tinggi.

Vietnam memiliki peluang bagus pertama melalui sepakan voli Ha Duc Chinh yang melebar pada menit ke-15. Pada menit ke-21 Indonesia harus kehilangan Evan Dimas Darmono yang pergelangan kakinya terinjak pemain lawan.

Syahrian Abimanyu kemudian dimasukkan pelatih Indra Sjafri, namun setelah keluarnya Evan, Indonesia kesulitan mengembangkan permainan. Garuda Muda unggul penguasaan bola, tetapi mereka tidak mampu menebar ancaman nyata ke gawang Vietnam.

Vietnam kembali memiliki peluang bagus saat Van Hau melepaskan tembakan melambung pada menit ke-35. Gawang Indonesia akhirnya harus kemasukan tiga menit berselang.

Pelanggaran yang dilakukan Asnawi Mangkualam di sisi kanan pertahanan Indonesia menghasilkan tendangan bebas bagi Vietnam, yang mampu dimaksimalkan menjadi gol berkat sundulan Doan Van Hau. Memasuki babak kedua, pelatih Indra memasukkan Edgy Maulana Vikri untuk menambah daya gedor Indonesia.

Witan Sulaeman ditarik untuk digantikan Egy. Vietnam menekan pada awal babak kedua. Keagresifan mereka berbuah hasil pada menit ke-58. Dari satu skema serangan, pemain bertahan Indonesia gagal membuang bola dengan sempurna.

Bola kemudian jatuh ke penguasaan kubu Vietnam, yang diakhiri dengan sepakan keras Do Hung Dung menembus gawang Nadeo. Memasuki menit ke-73 gawang Indonesia kembali bergetar.

Tendangan bebas pemain Vietnam dapat ditepis kiper Nadeo, namun bola pantul dapat disambar dengan sempurna oleh Doan Van Hau.Pelatih Vietnam Park Seo Hang diusir ke tribun penonton oleh wasit asal Arab Saudi Majed Mohammed Alshamrani tiga menit kemudian.

Doan Van Hau

Doan Van Hau menjadi sumber bencana bagi Timnas Indonesia U-22. Setelah bikin cedera Evan Dimas, ia malah menyumbang dua gol untuk kemenangan Vietnam.

Pada laga ini, Doan Van Hau menjadi aktor utama bagi kekalahan Indonesia. Di menit ke-20, ia menekel Evan Dimas dari belakang, membuat gelandang Barito Putera itu cedera dan tak mampu melanjutkan permainan. Ia pun terbebas dari hukuman kartu.

Enam menit sebelum turun minum, bek Heerenveen ini kembali membuat suporter Indonesia naik darah. Ia sukses menjebol gawang Nadeo Argawinata lewat sundulan setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas Do Hung Dung.

Seolah belum puas memberikan penderitaan untuk Indonesia, Van Hau kembali mencetak gol di menit ke-73, kali ini memanfaatkan bola muntah sepakan Nguyen Hoang Duc. Golnya membuat Vietnam unggul 3-0, setelah sebelumnya Do Hung Dung mencetak gol di menit ke-59.

Hingga akhir laga, Indonesia pun tak bisa membalas gol-gol Vietnam. Doan Van Hau sukses mengantarkan Vietnam meraih emas pertamanya di ajang SEA Games, sedangkan Indonesia harus menunggu lebih lama untuk mengulang pencapaian 1991 lalu. (K4-29)


Baca Juga
Komentar