TAJUK RENCANA

Faktor Kapasitas dalam Pembangunan Infrastruktur

Keterhubungan dengan kawasan pariwisata, produksi, dan industri akan menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Apa yang diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja dengan DPR itu menggambarkan sektor infrastruktur akan menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi negeri ini. Kendala distribusi diharapkan makin berkurang dalam perekonomian.

Ketersediaan infrastruktur juga diharapkan meningkatkan mobilitas, sehingga sektor-sektor ekonomi yang terkait dengan lalu lintas orang akan terus tumbuh. Namun, perekonomian negeri ini hanya ditopang wilayahwilayah tertentu. Sekitar 80 persen perekonomian merupakan kontribusi Pulau Jawa dan Sumatra. Hal yang bisa dimaklumi mengingat konsentrasi populasi juga di dua pulau itu. Begitu juga dengan kelengkapan infrastruktur untuk menggairahkan perekonomian. Perekonomian negeri ini masih mengandalkan sektor konsumsi.

Untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi, investasi perlu dijadikan motor utamanya. Infrastruktur yang terus ditambah diharapkan menjadi pemantik kegairahan berinvestasi. Pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran lima persen dinilai belum mampu mengatasi persoalan penyerapan angkatan kerja.

Mungkin kita perlu bersabar untuk melihat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berjalan stabil. Sektor-sektor yang berpotensi menggelorakan ekonomi diupayakan untuk menggeliat. Infrastruktur menjadi penopang agar sektor-sektor itu merealisasikan kemampuannya.

Tetapi, pemerintah perlu memperhatikan kapasitas yang dimiliki dalam mengintegrasikan infrastruktur dengan potensi-potensi ekonomi, karena besarnya dukungan finansial yang dibutuhkan. Sorotan peningkatan utang akibat proyek-proyek infrastruktur pun menjadi bahan diskusi di ruang-ruang publik. Di luar proyek-proyek infrastruktur yang terkait dengan upaya untuk memperlancar arus orang dan barang, prioritas juga dibuat untuk pembangunan ibu kota baru di dua kabupaten di Kalimantan Timur. Bisa dipastikan dalam beberapa tahun ke depan proyekproyek besar infrastruktur tetap menjadi warna utama dalam dinamika perekonomian negeri ini. Faktor kapasitas perlu jadi perhatian, karena jangan sampai proyek-proyek itu justru memunculkan persoalan moneter di masa depan. Perencanaan matang harus dibuat, termasuk dengan membuat skenario inovasi-inovasi dalam pelaksanaan dan pembiayaan. Dibutuhkan juga alternatifalternatif bila terdapat perubahanperubahan, baik karena faktor internal maupun eksternal.

Misalnya saja menunda atau mungkin memperpanjang waktu pelaksanaan proyek-proyek tertentu. Faktor kapasitas memang perlu diperhitungkan cermat, terlebih bagi negara yang menghadapi persoalan defisit anggaran dan neraca transaksi berjalan.


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar