Jaga Suasana Tetap Kondusif

Gedung MPR Bersolek

SM/Antara  -  HIASAN BUNGA : Petugas menuruni eskalator di samping hiasan bunga bergambar Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di sela geladi bersih pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (19/10). Peserta mengikuti pawai bertajuk "Merah Putih dari Yogyakarta untuk Indonesia" di Kawasan Malioboro, Yogyakarta. (55)
SM/Antara - HIASAN BUNGA : Petugas menuruni eskalator di samping hiasan bunga bergambar Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di sela geladi bersih pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (19/10). Peserta mengikuti pawai bertajuk "Merah Putih dari Yogyakarta untuk Indonesia" di Kawasan Malioboro, Yogyakarta. (55)

JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sudah menetapkan jadwal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019- 2024, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dilangsungkan, Minggu (20/10) pukul 14.30 WIB. Berbagai kalangan masyarakat, baik di Ibu Kota Jakarta maupun di daerah-daerah sangat berharap, pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin berlangsung sukses dan suasana tetap kondusif.

Doa bersama pun dipanjatkan dari berbagai penjuru Tanah Air, termasuk warga beserta tokoh lintas agama dan anggota TNI-Polri di Jambi. Mereka menggelar doa bersama dan deklarasi kebangsaan menjelang pelantikan Jokowi-Maruf Amin. Hal senada diharapkan warga Sulawesi Utara. Mereka menggelar "Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019" di Manado.

Kegiatan dengan tema "Mari Torang Jaga Indonesia, Sulut Hebat, Rukun, Aman dan Nyaman'' itu digelar di Lapangan KONI Sario Manado. Parade juga digelar masyarakat Yogyakarta untuk menyambut pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin, Minggu (20/10) Warga menggelar Parade Merah Putih di sepanjang Jalan Malioboro.

Dengan pawai ini, peserta berharap, Jokowi-Ma'ruf Amin dapat memakmurkan Indonesia. Para peserta mengenakan kostum beraneka warna berkumpul di kantor DPRD DIY.

Mereka kemudian menyusuri Jalan Malioboro. Barisan terdepan, mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta membentangkan spanduk bertuliskan ''Parade Merah Putih Menyambut Pelantikan Presiden & Wapres RI, Joko Widodo & KH Ma'ruf Amin''.

Selanjutnya, rombongan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tak hanya itu, ada juga dua gerobak sapi yang masing-masing membawa foto Jokowi dan Ma'ruf Amin. Tak ketinggalan tiga gunungan yang terdiri atas gunungan bakpia, gunungan salak, dan gunungan geplak diarak para peserta dalam parade tersebut.

Pemandangan menarik di barisan belakang, di mana para peserta membentangkan bendera merah putih sepanjang 74 meter. Kondisi kondusif juga ditunjukkan di Jawa Barat.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta masyarakat menjaga suasana kondusif, termasuk dalam berperilaku di media sosial menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. ''Saya titip, postingan-postingan juga memberikan suasana sejuk, dukungan, dan doa, untuk pelaksanaan ini berlangsung dengan nyaman,'' katanya.

Menurut dia, masyarakat sebaiknya fokus dan tidak melihat ke masa lalu. Mereka mesti fokus untuk melihat masa depan. Dengan demikian, situasi tetap kondusif karena dukungan dari masyarakat. Emil memastikan, situasi Tanah Pasundan tenang. Dia juga sudah meminta kepala daerah di 27 kabupaten dan kota untuk menciptakan suasana sejuk di wilayah masing-masing.

Siapkan Pengamanan

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Polisi Asep Adi Saputra mengatakan, Kepolisian Indonesia siap mengamankan prosesi pelantikan. ''Persiapan-persiapan sudah dilakukan, baik TNI-Polri sudah menempatkan pola yang sudah diatur,'' katanya.

Pola pengamanan terbagi ke dalam beberapa ring, di mana TNI bertanggung jawab di ring I dan ring II. Polisi berada di ring III. TNI menjalankan operasi pengamanan melekat dan langsung kepada presiden-wakil presiden dengan sandi Operasi Waskita. Pokok pelaksana adalah Pasukan Pengamanan Presiden TNI.

Pasukan juga bertanggung jawab atas pengamanan 17 tamu negara yang terdiri atas kepala negara sahabat dan utusan khusus. Saputra mengatakan, selain kompleks Gedung MPR/DPR, ada beberapa objek vital yang perlu dijaga dengan penambahan pasukan.

Secara keseluruhan, 30.000 personel TNI-Polri dilibatkan dalam pengamanan prosesi pelantikan presiden-wakil presiden terpilih tersebut. Di sisi lain, segala persiapan telah dilakukan, mulai dengan mempercantik Gedung MPR/DPR/DPD RI hingga kepastian kelancaran prosesi pelantikan dengan menggelar geladi bersih.

Dalam mempercantik Gedung Parlemen, Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono mengungkapkan, proses pelantikan sudah diatur dalam peraturan dan tata tertib MPR. Meski demikian, Gedung MPR/DPR/DPD RI tampil bersolek dengan berbagai hiasan dan ornamen, baik di dalam maupun luar gedung.

Suasana alam dengan berbagai bunga dan dedaunan dipilih sebagai penghias, mulai dari eskalator hingga depan Ruang Paripurna, tempat pelantikan presiden dan wapres. Selain itu, suasana merah putih juga terlihat di berbagai sudut gedung tempat pelantikan.

Geladi bersih pelantikan presiden dan wapres dimulai pukul 14.30 WIB yang seluruhnya diperagakan oleh para staf Sekretariat Jenderal MPR. Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono menyampaikan persiapan pelantikan presiden dan wapres sudah dilakukan secara maksimal, termasuk dengan geladi bersih. Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebutkan, paling tidak 17 kepala negara mengonfirmasi kehadirannya.

''Ada 17 kepala negara, kepala pemerintahan, dan utusan khusus,'' kata Bamsoet. Beberapa di antaranya, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Wakil Presiden Republik Rakyat China Wang Qishan, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Mahathir Muhammad, dan PM Australia Scott Morrison.

Untuk duta besar, Bamsoet menyebutkan ada 168 orang. Selain tamu dari negara lain, MPR juga telah menyampaikan undangan kepada para tokoh nasional, termasuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada pula undangan untuk mantan kompetitor Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. ''Seluruhnya, Alhamdulillah confirm hadir,'' kata Bamsoet.

Menjelang pelantikan, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti berharap, presiden dan wakilnya bisa lebih merangkul semua lapisan masyarakat. Abdul mengatakan, Muhammadiyah mengucapkan selamat kepada presiden dan wakil presiden.

Meskipun demikian, dia menyebut tantangan yang dihadapi pemimpin Indonesia tersebut akan lebih berat dari pada sebelumnya. Salah satu tantangan ke depan bagi pemimpin Indonesia adalah, secara politik, masih ada residu dan fragmentasi politik pascapilpres.

''Karena itu, Pak Jokowi perlu lebih merangkul berbagai pihak dan membangun komunikasi politik yang lebih intensif dengan berbagai pihak,'' kata Abdul, Sabtu (19/10). Selain itu, lanjut dia, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah meningkatkan capaian dalam bidang ekonomi. Abdul berpendapat, presiden perlu melanjutkan program pro rakyat seperti kartu Indonesia pintar, kartu Indonesia sehat, sertifikasi guru, dan sertifikasi tanah. (bn,dwi,ant,dtc-41)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar