CIMB Niaga Syariah Dukung Industri Halal

JAKARTA- PT Bank CIMB Niaga Tbk mendukung industri halal lewat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman tentang literasi keuangan syariah dan sertifikasi halal dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), kemarin.

Nota ditandatangani oleh Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara dan Kepala BPJPH Prof Ir Sukoso MSc PhD. ”CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah atau CIMB Niaga Syariah merasa terhormat bisa menjalin kerja sama dengan BPJPH. Sebagai bank syariah dengan aset terbesar keempat di Tanah Air, kami siap mendukung peran BPJPH dalam penyelenggaraan layanan jaminan produk halal.

Semoga kerja sama ini dapat mendorong industri halal terus berkembang,” tutur Pandji. Pengembangan industri halal, lanjut dia, tidak dapat dilepaskan dari peran perbankan syariah.

Melalui kerja sama itu, BPJPH memfasilitasi CIMB Niaga Syariah melakukan literasi keuangan syariah kepada para pelaku industri halal mitra BPJPH. Dengan pemahaman yang baik tentang keuangan syariah, mereka diharapkan dapat menerapkan prinsip-prinsip syariah secara konsisten. Sebagai salah satu mitra perbankan BPJPH, kata dia, CIMB Niaga Syariah menyediakan produk dan layanan keuangan syariah yang lengkap bagi para pelaku usaha, baik skala UKM, komersial, maupun korporasi. Selain produk-produk tabungan dan pembiayaan, pihaknya menyediakan produk transaction banking dan trade dinance iB untuk mempermudah operasional dan pengembangan bisnis nasabah. Sebagai bank yang menerapkan dual banking leverage model (DBLM), kata Pandji, CIMB Niaga Syariah akan terus memanfaatkan keahlian sumber daya manusia (SDM) dan kelengkapan infrastruktur yang dimiliki bank induk untuk menghadirkan inovasi produk dan layanan berkualitas.

Di sisi lain, CIMB Niaga Syariah juga akan membantu BPJPH dalam menyosialisasikan mengenai sertifikasi halal kepada para pelaku usaha yang menjadi nasabah dan mitranya. Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, produk makanan, minuman, obat, serta kosmetik yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. ”Kami akan menyampaikan kepada nasabah dan mitra mengenai kepentingan mendapatkan sertifikat halal dari BPJPH. Selain memenuhi ketentuan regulasi pemerintah, sertifikat halal dapat meningkatkan nilai tambah produk dan kepercayaan masyarakat,” tandas Pandji.(bn-18)


Tirto.ID
Loading...
Komentar