TAJUK RENCANA

Berupaya Jadi Oposan Ideal

Tak ada yang yang salah ketika sebuah partai politik memilih sebagai oposan ketimbang bergabung dengan pemerintah. Karena itulah menjadi golongan oposisi adalah pilihan yang bermartabat juga. Justru keliru jika semua partai bergabung dengan pemerintah.

Justru salah ketika di negeri ini tak ada yang memosisikan diri sebagai oposan. Golongan oposisi, dengan demikian, sangatlah diperlukan jika kita ingin menjadi bangsa dan negara yang demokratis. Keberadaan oposan adalah syarat yang tak mungkin ditinggalkan oleh siapa pun yang menghargai demokrasi. Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kita tahu, telah memastikan menjadi golongan oposisi. Malah PKS menyatakan siap menjadi oposan sendirian jika pada akhirnya PAN bergabung dengan pemerintah. PKS merasa lebih terhormat, bermartabat, dan objektif jika berada di luar pemerintahan.

PKS juga menyatakan, tak ingin masuk kabinet karena menghormati partai-partai yang berkeringat atau berjuang keras memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Tentu pilihan PKS layak dihormati oleh siapa pun.

Akan menjadi lebih terhormat jika PAN dan PKS bukan hanya menempatkan diri sebagai partai-partai yang berbeda dari pemerintah dalam segala hal. Tak melulu menyalahkan pemerintah, mereka juga harus bisa menawarkan kebijakan-kebijakan terbaik. Dengan memberikan penawaranpenawaran kebijakan yang lebih baik, bukan tidak mungkin pada pemilu mendatang kedua partai ini akan menjadi pilihan publik. Sebaliknya jika hanya menyinyiri pemerintah dan asal beda, bisa saja mereka malah ditinggalkan. PAN dan PKS sebaiknya justru menempatkan diri sebagai oposan yang kritis dan konstruktif. Dengan menjadi partai semacam itu, mereka tampil sebagai kekuatan penyeimbang. Dengan kekuatan semacam itu, mereka punya fungsi melakukan kritik dan kontrol atas sikap, pandangan, atau kebijakan pemerintah.

Sikap semacam ini akan mengundang empati publik. Jika publik sudah berempati, maka jalan untuk menarik mereka menjadi orang-orang yang mendukung kebijakan partai bukanlah hal yang mustahil. PAN dan PKS akan menjadi partai- partai yang mengembangkan sistem pemerintahan demokrasi jika sekali lagi hadir sebagai oposan. Demokrasi tumbuh subur dan baik jika ada kompetisi dan kontestasi antara golongan oposisi dan pemerintah. Sejarah Indonesia telah membuktikan pemerintah justru bergerak dan bekerja sebaik-baiknya ketika ada golongan oposisi yang kuat. Demokrasi menjadi sesuatu yang buruk justru ketika golongan oposisi mandul dan tak menjadi kompetitor pemerintah. Apakah sulit menjadi kompetitor pemerintah yang kuat?

Seharusnya tidak. Sekuat-kuat pemerintah, pasti ada sisi-sisi buruknya. Oposan yang kritis dan kontruktif bisa menawarkan alternatif kebijakan yang lain agar sisi buruk pemerintah terkontrol dan terkoreksi. Karena itulah, PAN dan PKS tak perlu menjadi partai yang asal benci dan asal menyerang pemerintah. Mereka sebaiknya bergerak menjadi “partai-partai idaman” publik dan istikamah sebagai pengontrol pemerintah.


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar