Nyaman Serumah dengan Hewan

Oleh : Sofie Dwi Rifayani

Selain niat, memelihara hewan harus diimbangi dengan tanggung jawab. Termasuk memberi perhatian ekstra agar kesehatan si hewan terjaga. Rumah dengan hewan peliharaan cenderung lebih ramai dan "hidup". Beberapa penelitian bahkan mengungkap bahwa memelihara hewan bagus untuk kesehatan fisik dan mental.

Mengutip webmd.com, Direktur Pusat Ikatan Hewan-Manusia Universitas Purdue, Amerika Serikat, Alan Beck mengatakan, berinteraksi dengan hewan peliharaan akan membuat seseorang tenang. Sebab itu, tekanan darah bisa turun, hormon relaksasi meningkat, dan hormon stres berkurang.

Di balik manfaatnya, adakah bahaya memiliki hewan peliharaan? "Zaman sekarang memelihara hewan cenderung aman. Tetapi bukan berarti bisa asalasalan, tetap harus ada penanganan khusus supaya hewan tersebut selalu dalam kondisi baik," tutur Septyabayu, dokter hewan dari Ruang Satwa Pet Care Semarang.

Menurut Bayu, langkah pertama sebelum memutuskan untuk memelihara hewan ialah mencari informasi sebanyak-banyaknya soal hewan yang akan dipelihara. Kurangnya informasi sering kali memunculkan kesalahpahaman. Contohnya, kebanyakan orang masih salah duga soal infeksi toksoplasma yang dibawa oleh kucing.

"Tokso itu bukan virus, tapi parasit coccidian. Tokso tidak bisa menular lewat bulu, melainkan lewat feses kucing. Jika tertular pun aksesnya melalui mulut, bukan udara atau kulit," ujar Bayu. Terinfeksi tokso adalah hal yang patut diwaspadai, terutama oleh ibu hamil.

Pasalnya, parasit tokso bisa melewati aliran darah dan membahayakan janin. Meski demikian, perlu diingat bahwa tokso tidak hanya berasal dari feses kucing. Mengonsumsi daging yang tidak matang pun dapat menjadi penyebab infeksi tokso.

Rutin Dibersihkan

Melihat bahaya yang ditimbulkan feses kucing, Bayu menganjurkan, "Usahakan rutin membersihkan tempat kotoran kucing. Dan jangan lupa cuci tangan setelahnya." Saran dari Bayu tidak hanya berlaku bagi kucing.

Hewan peliharaan lain seperti anjing, burung, ikan atau jenis reptil pun harus dilakukan perawatan serupa. Ya, kebahagiaan serumah dengan hewan wajib diimbangi dengan pemeliharaan yang layak. Jadwal makan misalnya, harus teratur. "Biasanya 2-3 kali makan dalam sehari.

Untuk kucing tidak ada patokan khusus. Ini karena kucing cenderung makan camilan, sehari bisa beberapa kali," jelas Bayu. Jenis makanan pun tak boleh sembarangan. Beda jenis kucing, beda pula jenis makanannya. Ini lantaran makanan punya pengaruh terhadap kesehatan bulu.

Makanan yang tidak sesuai bisa menyebabkan bulu rontok. Selain makanan, suhu udara juga bisa memengaruhi kondisi bulu. Pada kucing jenis persia atau anggora, suhu yang tepat adalah sejuk cenderung dingin. "Jadi jangan heran kalau kucing persia atau anggora di daerah panas bulunya sering rontok.

Jika bisa, tempatkan mereka di ruangan dengan air conditioner (AC). Tapi kalau tidak ada ruangan AC, maka lebih baik memelihara kucing jenis domestik atau bulu pendek, misal british shorthair," Bayu mengusulkan. Hal yang sama berlaku pada anjing. Jika memelihara anjing berbulu tebal dan tidak memfasilitasi dengan ruangan AC, maka keluhan yang timbul tak akan jauh-jauh dari masalah kulit atau jamur.

"Kalau telanjur kena penyakit kulit atau jamur, pertolongan pertamanya dengan memakai sampo anti jamur. Kalau sampo belum juga membantu, segera konsultasikan ke dokter hewan. Siapa tahu jamur tersebut mengarah pada infeksi atau alergi. Soalnya, beberapa anjing alergi terhadap ayam. Ayam punya protein tinggi yang terkadang bikin kulit gatal-gatal," papar Bayu.

Merawat kesehatan kulit hewan peliharaan berarti turut menjaga kesehatan keluarga pemilik. Lantaran itu, si empunya tak boleh malas memandikan piaraannya minimal seminggu sekali. Pada hewan yang tengah sakit, mandi bisa dilakukan tiga hari sekali. Sama seperti manusia, hewan pun harus rutin cek kesehatan. Idealnya bisa dilakukan 3-4 bulan sekali.

Dan, untuk menghindari penyakit umum, sang pemilik harus sadar memberikan vaksin bagi hewan peliharaannya. "Untuk kasus tertentu bisa pula diberikan multivitamin. Biasanya untuk menjaga kesehatan bulu atau menambah nafsu makan. Untuk hewan usia lanjut, jika perlu harus mengonsumsi kalsium tambahan untuk memperlambat pengeroposan tulang," kata Bayu.

Bayu mengingatkan, selain kewajiban merawat kesehatan hewan peliharaan, tak ada salahnya mengedukasi orang terdekat tentang karakteristik hewan tersebut. Soal ini Bayu mengacu pada kasus anjing presenter TV Bima Aryo yang menerkam asisten rumah tangganya hingga tewas. "Ada beberapa anjing yang bersifat one man dog atau setia pada satu orang, termasuk jenis belgian malinois milik Bima Aryo.

Dengan karakter anjing yang seperti itu, Bima harus menjelaskan ke keluarga atau orang terdekatnya tentang cara memperlakukan yang tepat," ucap Bayu. Merawat hewan peliharaan memang susah-susah gampang. Namun, jangan sampai menyerah dan malah menelantarkan hewan peliharaan. Sebab, hewan yang sehat dan terawat adalah cerminan tanggung jawab sang pemilik. (49)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar