Kerja Sama dan Kolaborasi Kunci Kemajuan Bangsa

SM/Evie K : PIDATO ILMIAH : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pidato ilmiahnya di hadapan sidang senat terbuka di Auditorium UNS, Jumat (20/9). (55)
SM/Evie K : PIDATO ILMIAH : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pidato ilmiahnya di hadapan sidang senat terbuka di Auditorium UNS, Jumat (20/9). (55)

SOLO - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi ekonomi cukup besar. Diprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat keempat di dunia pada 2045. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah jumlah penduduk yang sangat besar. Hal itu dikemukakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pidato ilmiahnya yang berjudul "Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dalam Menghadapi Era Perubahan Mewujudkan Indonesia Maju" yang disampaikan di hadapan audiens sidang senat terbuka dengan agenda Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa (HC). Panglima TNI mengemukakan jika kondisi tersebut membuat Indonesia tidak hanya berpeluang menjadi konsumen pasar. Namun juga berpeluang menjadi pelaku pasar yang produktif.

Dia juga menyampaikan bahwa dengan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, antara militer dan nonmiliter diharap dapat mewujudkan kolaborasi yang baik dalam rangka pertahanan negara. "Perlu disadari adalah bahwa saat ini kita sedang menghadapi era perubahan, yang harus dikelola dengan baik, agar dapat mewujudkan Indonesia maju di masa depan," ujarnya. Selanjutnya dikatakan bahwa saat ini Indonesia merupakan bagian dari dunia yang tengah menghadapi era revolusi digital dengan hadirnya teknologi 4.0. Menurutnya, perkembangan teknologi itu telah membawa perubahan yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat.

Pendidikan

"Kunci untuk menghadapi semua itu adalah pendidikan. Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul," katanya. Hadi juga menegaskan, TNI akan terus berbenah, mereformasi diri agar tidak terkenang dengan romantika kejayaan masa lalu. Namun, TNI akan terus bergerak dalam putaran roda perubahan. "Membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh komponen bangsa. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi berbagai komponen bangsa, untuk mencapai kemajuan dan keunggulan bangsa," katanya.

Menurutnya, lembaga pemerintah, TNI, Polri dan aparat keamanan lainnya, lembaga-lembaga pendidikan, para pengusaha, Lembaga Swadaya Masyakarat (LSM), serta masyarakat umum, seluruhnya bertanggung jawab untuk membangun bangsa. Dikatakan, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul, maka diharapkan terwujud kolaborasi yang baik antara militer dan non-militer dalam rangka pertahanan negara. "Perlu disadari adalah saat ini kita sedang menghadapi era perubahan. Yang tentunya harus dikelola dengan baik, agar dapat mewujudkan Indonesia maju di masa depan," ujarnya.

Dikatakan pula, tak bisa dimungkiri dan dihindari bahwa Indonesia sudah menjadi bagian dari entitas global. Globalisasi adalah proses integrasi internasional karena pertukaran gagasan, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. "Tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945, adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," terangnya.

Sebagai Panglima TNI, lanjutnya, dia sangat berkepentingan terhadap kualitas generasi muda Indonesia masa depan. Dikatakan, mereka tidak harus menjadi tentara. "Akan tetapi dengan kualitas dan nasionalisme yang tidak diragukan, maka akan menjadi mudah bagi TNI untuk bekerja sama membangun ketahanan nasional melalui pertahanan militer dan non-militer," tegasnya.

Dia menambahkan, SDM menjadi hal yang utama dalam organisasi. Karena kemajuan sebuah organisasi, ditentukan oleh kemampuan SDM dalam menguasai ilmu pengetahuan disertai budaya yang konstruktif dan etis. Sementara itu, Rektor UNS Jamal Wiwoho dalam sambutannya mengapresiasi pidato yang disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Menurutnya, untuk menghadapi semua tantangan tersebut, butuh sentuhan tangan dingin dari Panglima. "Indonesia harus optimistis dalam menghadapi era industri 4.0. Semua harus dihadapi dengan pikiran cerdas dan penuh kearifan. Ini butuh sentuhan dingin Hadi Tjahjanto. Panglima mempunyai kesamaan visi dengan UNS dalam bidang pembangunan SDM," katanya.(G18,H28- 51,56)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar