Tim Siaga Desa Japan

Bergerak Cepat demi Kemanusiaan

SM/dok  -  EVAKUASI JENAZAH : Relawan dari Tim Siaga Desa Japan mengevakuasi jenazah dari Puncak Argopiloso, Pegunungan Muria, Selasa lalu (17/9). (24)
SM/dok - EVAKUASI JENAZAH : Relawan dari Tim Siaga Desa Japan mengevakuasi jenazah dari Puncak Argopiloso, Pegunungan Muria, Selasa lalu (17/9). (24)

Tanpa diundang, atas dasar informasi lewat pesawat HT serta WhatSapp, sejumlah anak muda Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus, langsung berkumpul dan bersigegas mendaki ke salah satu puncak Gunung Muria. Misi kemanusiaanlah yang memanggil mereka bergerak cepat.

SEBAGAIMANA yang dilakukan pada Selasa (17/9). Kawanan anak muda yang tergabung dalam Tim Siaga Desa Japan, itu langsung berkumpul. Di pos kawasan Rejenu, yakni kompleks Makam Syech Sadzjali dan sumber air Tiga Rasa, mereka rapat kilat untuk menggelar evakuasi korban pendakian.

Siang itu, saat sebagian anggota Tim Siaga hendak istirahat siang di rumah masing-masing dan sebagian turun dari ladang, tiba-tiba ada kabar tentang pendaki yang meninggal dalam perjalanan menggapai Puncak Argopiloso.

Sontak, mereka langsung berkumpul di pos. Pendaki Ngadisalim (42), warga Desa Sendangsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, dilaporkan oleh rekannya Sugeng (48) juga warga Wonosobo, mengembuskan napas terakhir dalam pendakian ke Argopiloso 1.600 dpl. Keduanya berniat mendaki setelah berziarah ke Makam Sunan Muria Raden Umar Said.

Berdasar informasi dari Sugeng, rapat dadakan di posko Rejenu memutuskan, saat itu juga menjemput korban yang di beberapa meter sebelum puncak Argopiloso dengan kemiringan lahan rata-rata 50 derajat. Tak begitu lama, para relawan yang sehari-hari hidup di lereng Gunung Muria itu berhasil membawa turun korban.

‘’Termasuk korban asal Wonosobo, sejak didirikan hingga kini, Tim Siaga telah mengevakuasi enam jenazah dari kawasan puncak,’’ tutur Didik Sedyanto, pendiri Tim Siaga Japan. Tim Siaga Japan, didirikannya pada 2014 bersama Sigit Triharso yang kemudian menjadi kepala desa.

Didik yang merupakan Kepala SD 2 Japan, saat awal Tim Siaga berdiri menjadi ketua. Dia kemudian diganti Sigit Triharso hingga kini. Tidak enteng saat awal-awal menggagas dan membangun sebuah tim relawan untuk urusan kebencanaan.

Tujuan Baik

‘’Ya, wajarlah, namanya orang ada yang memandang dan komentar macam-macam. Tapi, kini, semuanya menjadi sadar bahwa Tim Siaga memiliki tujuan yang baik,’’ ujarnya. Hal ini selaras dengan semboyan Tim Siaga, yakni ‘’Setitik Bakti Lebih Bermakna daripada Sejuta Kata’’.

Semangat mereka untuk menolong sesama semakin terlecut saat ada pelatihan penanganan kebencanaan dari Muhammadiyah Disaster Management Center Jawa Tengah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus.

Pelatihan itu tak hanya berhasil meningkatkan keahlian para relawan, juga menaikkan semangat mereka. Para relawan juga membangun sarana untuk memudahkan pengawasan kawasan puncak Pegunungan Muria, yakni tiga pos pendakian di jalur pendakian Argopiloso. ‘’Tim Siaga Japan juga mendapat bantuan motor trail untuk operasional dari Pemkab,’’ tambahnya.

Kini, Tim Siaga Japan yang beranggotakan 15 pemuda, tak hanya terjun menangani segala macam bencana di puncak Gunung Muria. Wilayah hutan yang tak jauh dari rumah atau kampung sendiri juga ditangani.

‘’Selain itu, membantu mengatasi bencana di Kudus bawah hingga di Kecamatan Undaan,’’ ungkap Didik. Aksi lainnya, bakti sosial pembersihan sungai di luar wilayah Japan atau kawasan lereng Muria.

Tak hanya menangani hal-hal yang bersifat darurat seperti kebakaran hutan, jelas Didik, Tim Siaga Japan juga terlibat dalam konservasi lingkungan. ‘’Menanam bibit pohon di kawasan yang dipandang perlu ditambah kerapatannya, serta bersihbersih sungai,’’ tandasnya.

Dia menginformasikan, pekan depan para sukarelawan bersama para aktivis LSM lingkungan akan bersih sungai pada Sungai Japan, yakni mulai Jembatan Japan hingga ke kawasan hulu di Rejenu. ‘’Tak sedikit sampah plastik yang harus diangkat dari alur sungai itu,’’ cetusnya.

Serta yang akan dilakukan juga, menunggu hujan pertama turun, Tim Siaga Japan berencana menyebar biji kapuk randu di kawasan terjal. ‘’Ada bantuan biji randu dari seseorang. Rencananya nanti sebanyak empat kuintal, tapi sampai hari ini baru terkumpul sebanyak empat kilo,’’ katanya. (Prayitno-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar