LINGKUNGAN

Atasi Rob, Penanaman Mangrove Digalakkan

SM/dok  -  TANAM MANGROVE : Para peserta menanam mangrove dalam kegiatan penenaman Mangrove bersama peserta Diklat Pim lV Angkatan 36 dan 37 Pusdiklat Bogor, BPDASHLPemali Jratun, Cabang Dinas Kehutanan wilayah lV, serta masyarakat, di pesisir Desa Api-Api Kec Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Kamis (19/9). (24)
SM/dok - TANAM MANGROVE : Para peserta menanam mangrove dalam kegiatan penenaman Mangrove bersama peserta Diklat Pim lV Angkatan 36 dan 37 Pusdiklat Bogor, BPDASHLPemali Jratun, Cabang Dinas Kehutanan wilayah lV, serta masyarakat, di pesisir Desa Api-Api Kec Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Kamis (19/9). (24)

PEKALONGAN - Banjir akibat rob masih menjadi ancaman bagi pesisir Pantura Jawa Tengah. Rob sering merendam permukiman dan beberapa daerah di sepanjang pantura Jawa Tengah, bahkan pada waktu-waktu tertentu rob sepanjang Pantura bisa mencapai ketinggian 80 cm-100 cm.

Salah satu upaya yang dinilai sangat efektif untuk mengatasi ancaman di pesisir pantura Jawa Tengah adalah dengan menanam mangrove. Berbagai pihak perlu berpartisipasi secara aktif dalam penanaman mangrove sebagai salah satu upaya penyelamatan pesisir pantura.

Salah satu upaya menggalakkan penanaman mangrove di pantura Jateng, dilaksanakan Balai Pengelolaan Das dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali Jratun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama berbagai pihak di pesisir Desa Api-api Kec Wonokerto Kab Pekalongan, Kamis (19/9).

Dalam Gerakan Penanaman Mangrove bersama peserta Diklat Pimpinan lV Pusdiklat Bogor KLHK Angkatan 36 dan 37, BPDASHL Pemali Jratun, Cabang Dinas Kehutanan wilayah lV DLHK Pemprov Jateng, Koramil, serta masyarakat Api-api Kecamatan Wonokerto, Pekalongan itu, ditanam 1.000 bibit mangrove.

”Keterlibatan berbagai pihak dalam penanaman mangrove sangat penting bagi penyelamatan wilayah pesisir pantura Jawa tengah,” ungkap Kepala CDK Wilayah IV Roro Endang Sudaryati saat memberi sambutan dalam acara penanaman tersebut.

Desa Api-api dipilih sebagai lokasi penanaman karena wilayah tersebut pernah menjadi korban keganasan rob. Semula Desa Api-api aman dari rob karena di sana banyak mangrove/bakau jenis api-api (Avicennia). Namun pada 1990-1997 mangrove dibersihkan untuk tambak, baik udang windu maupun bandeng.

Rob pun sering menyapa sejak 2010. Kondisi terparah pada 2014, desa terendam rob hingga setinggi 1 meter. Sebenarnya, Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) sudah dilaksanakan BPDASHL Pemali Jratun sejak 2005 kemudian terus berlanjut hingga saat ini.

Kepala Seksi Program DAS Sita Murti mewakili Kepala BPDASHL Pemali Jratun mengungkapkan, penanaman mangrove di Desa Api-api juga merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS). ”Selain penanaman juga dilaksanakan program-program lainnya,” ungkap Sita.

Berbagai program tersebut juga membuat masyarakat semakin sadar. Sebab selain untuk mengatasi dan mengantisipasi rob, masyarakat ingin mengembangkan wilayah mereka menjadi desa wisata pantai, mangrove, dan cemara laut ketapang. (ans-56)


Berita Terkait
Loading...
Komentar