Deputi Kemenpora Dihukum 4,5 Tahun

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman empat setengah tahun penjara terhadap Mulyana. Mantan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut juga dihukum pidana denda Rp 200 juta subsider kurungan dua bulan penjara.

Ia terbukti bersalah menerima suap dari Sekjen Komite Olahraga Nasional (KONI) Ending Fuad Hamidy dalam kasus dana hibah KONI.

”Menyatakan terdakwa Mulyana secara sah terbukti melakukan tindak pidana korupsi,” kata Hakim Ketua Mochamad Arifin di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (13/9).

Mulyana terbukti menerima uang suap dan mobil Fortuner dari Ending. Hakim menyebut bahwa uang suap dan mobil yang diterima Mulyana telah dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Secara rinci, Mulyana mendapat satu unit mobil Fortuner VRZ TRD warna metalik nomor polisi B-1749-ZJB , dan satu kartu ATM debit BNI dengan saldo sekitar Rp100 juta dan uang Rp 300 juta. Mulyana juga mendapat satu ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 melalui Sekjen KONI Johny E Awuy. Adapun pengajuan sebagai justice collaborator (JC) oleh Mulyana ditolak oleh hakim.

Menurut hakim, Mulyana tidak memenuhi syarat sebagai JC. Hakim juga memvonis staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan. Mereka terbukti menerima suap dari Ending. (D3-19)