Deddy Mizwar Dicecar soal RTRK

Kasus Suap Meikarta

JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (23/8). Deddy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sekda Jabar nonaktif, Iwa Karniwa terkait kasus suap proyek Meikarta.

Deddy tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.42 mengenakan setelan kemeja putih, dan celana hitam. Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, tim penyidik KPK meminta keterangan Deddy Mizwar terkait pembahasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi di Pemprov Jabar.

”Pembahasan RDTR Kabupaten Bekasi saat itu dipimpin saksi (Deddy),” kata Febri, Jumat (23/8). Selain Deddy Mizwar, pada hari yang sama lembaga antirasuah tersebut juga memeriksa Edi Triyanto selaku Support Service Project Management PT Lippo Cikarang Tbk.

Edi diperiksa terkait pengajuan proyek Meikarta. ”Dari saksi pihak Lippo Cikarang, penyidik mendalami keterangan para saksi terkait pengajuan proyek Meikarta seluas 480 hektare di Jawa Barat,” imbuhnya.

Seusai pemeriksaan, Deddy mengaku dimintai keterangan terkait hasil rapat Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKRD) dan terkait sejumlah surat yang berkaitan dengan Meikarta. Dia juga mengaku tak tahu menahu dengan peran Iwa Karniwa pada proyek Meikarta. ”Mendalami hasil-hasil rapat di BKRD.

Jadi, ada keputusan BKRD yang dikaji, ditanyakan kembali, dan beberapa surat yang saya juga baru tahu ya, dikonfirmasi dengan hal-hal tersebut,” kata Deddy seusai diperiksa.

Diberitakan sebelumnya, Iwa yang merupakan mantan Sekda Jabar ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima uang Rp 900 juta. Uang itu diduga diterima Iwa terkait pengurusan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang terkait Meikarta.

Rekomendasi Lahan

Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jawa Barat memberikan rekomendasi lahan yang dapat digunakan proyek Meikarta seluas 84,6 hektare, pada akhir Desember 2017. Rekomendasi yang diberikan Pemprov Jabar ini berbeda dengan rencana Lippo Group yang hendak membangun Meikarta seluas 500 hektare.

KPK menetapkan Iwa Karniwa sebagai tersangka kasus suap pengurusan izin Meikarta, dalam hal ini Iwa berperan untuk memuluskan pengurusan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi (RDTR). RDTR sendiri penting untuk membangun proyek Meikarta.

Atas perbuatannya Iwa disangkakan melanggar pasal pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain Iwa, KPK juga menetapkan Eks Presdir Lippo Cikarang Bartholomeus Toto sebagai tersangka. Toto diduga berperan sebagai penyuap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk memuluskan pengurusan izin pembangunan proyek Meikarta.

Toto disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 juncto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (dtc,cnn-64)


Loading...
Komentar