Masyarakat Sekitar Harus Dilibatkan

MENJADIKAN kawasan heritage di Semarang sebagai destinasi wisata hingga menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, dibutuhkan langkah kongkret Pemerintah Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang memang sudah melakukan revitalisasi kawasan Kota Lama dan rencananya terobosan tersebut akan berlanjut dilakukan di kawasan Kauman, Pekojan, Pecinan dan Kampung Melayu, yang merupakan kawasan heritage. Untuk di Kota Lama, pemerintah juga melakukan penataan kembali dan menghiasi dengan ornamen- ornamen bernuansa jadul.

Namun langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menggapai pencapaian tersebut. Pemerintah Kota Semarang harus melakukan pengembangan langkah demi langkah. Di antaranya Pemerintah Kota Semarang harus mengidentifikasi dan menentukan daya tarik dari lokasi tersebut.

”Langkah identifikasi dan menentukan daya tarik apa yang ada di kawasan tersebut harus di lakukan,” papar Ary Hartanto, Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya, kemarin. Kemudian, lanjut dia, pemerintah atau pengelola harus melakukan signifikansi atau melakukan pengujian dengan ilmu statistik.

Lalu, merespons peluang pasar. ”Dilanjutkan dengan membuat interprestasi (tafsiran),” ujarnya. Tak berhenti sampai di situ pemerintah juga harus merancang jejak warisan budaya.

Setelah itu merumuskan produk wisata, menentukan pelaku wisata, menguatkan destinasi wisata serta menguatkan pengelolaan. ”Kalau langkah demi langkah tersebut dilakukan tujuan untuk menjadikan lokasi tersebut untuk menarik wisatawan bisa terpenuhi,” jelas Ary.

Rasa Memiliki

Seperti diungkapkan anggota Badan Penggelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang, Nik Sutiyani, kemajuan pariwisata di sebuah daerah atau kota tidak hanya dipengaruhi oleh destinasi wisata yang menarik dan juga peran pemerintah di dalamnya. Namun pelibatan masyarakat sekitar juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam memajukan kegiatan tersebut.

”Kemajuan pariwisata tidak hanya mengandalkan destinasi wisata dan pengelolanya, tapi butuh keterlibatan masyarakat,” ungkap Nik. Dengan pelibatan tersebut, menurut dia, rasa memiliki terhadap destinasi wisata di lokasi tersebut akan tumbuh.

Mereka dengan senang hati akan ikut merawat, hingga lokasi wisata tersebut menjadi aman dan nyaman untuk para pengunjung. ”Ini juga bisa menimbulkan rasa memiliki dari para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Semarang perlu membuat rencana pariwasata seperti di Kota Lama yang dapat menyejahterakan masyarakat.

”Penting dilakukan untuk membuat suatu rencana pariwisata yang dapat menyejahterakan masyarakat,” jelas Nik. Adapun, lanjut dia, untuk pengelolaan kawasan Kota Lama harus dikembalikan pada visi pariwisata di kawasan heritage tersebut. (48)

 

Tim Peliput
Erry Budi Prasetyo
Eko Fataip


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar