Dua Anggota Paskibraka Asal Jateng

Sekolah Siapkan Penyambutan Khusus

SM/Khalid Yogi, dok  -  MENJALANKAN TUGAS : Muhammad Fany Nurwibowo saat menjalankan tugas di Istana Merdeka Jakarta. Pihak SMA Pradita Dirgantara Boyolali bersama teman sekolah Salma menonton bareng siaran langsung Detik-Detik Pengibaran Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Sabtu (17/8). (55)
SM/Khalid Yogi, dok - MENJALANKAN TUGAS : Muhammad Fany Nurwibowo saat menjalankan tugas di Istana Merdeka Jakarta. Pihak SMA Pradita Dirgantara Boyolali bersama teman sekolah Salma menonton bareng siaran langsung Detik-Detik Pengibaran Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Sabtu (17/8). (55)

SMA Pradita Dirgantara Boyolali tengah mempersiapkan acara spesial untuk menyambut kedatangan Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi. Salma merupakan perwakilan dari Jawa Tengah yang berhasil lolos ke Istana Negara sebagai petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2019.

SALMA, gadis kelahiran Malang 16 Desember 2002 adalah satu dari 68 anggota paskibraka yang datang dari 34 provinsi di Indonesia. Salma bertugas sebagai pembawa baki pada acara pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Negara. Sebagai anggota Tim Merah Paskibraka 2019, Salma mendapat kehormatan menerima bendera pusaka langsung dari Presiden Joko Widodo untuk dikibarkan. Penyambutan meriah yang disiapkan pihak sekolah bukan tanpa alasan.

Selain dinilai sukses menjalankan tugasnya, anak pertama dari tiga bersaudara tersebut dianggap ikut mengharumkan nama sekolah. Wakil Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Dody Sumardi mengatakan, kejutan yang diberikan kepada Salma ini sebagai bukti kecintaan dan kebanggan sekolah kepada prestasi luar biasanya.

”Jelas nanti di sekolah ada acara khusus dan tentunya kejutankejutan,” kata Dody, kemarin. Selama Salma berjuang menembus seleksi ketat sebagai Paskibraka, segenap guru dan teman-teman sekolah terus mendukung. Bahkan saat Salma dinyatakan lolos seleksi sebagai Paskibraka, seluruh civitas akademika SMA Pradita Dirgantara terus berdoa.

”Ada yang memantau perkembangan Salma di Jakarta lewat media sosial, media online dan lain sebagainya. Kalau ada berita atau foto yang memberitakan tentang Salma terus dibagikan ke siswa dan guru,” ungkap Dody. Bahkan, pihak sekolah sampai menggelar acara nonton bareng Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara.

Para guru, siswa SMA Pradita Dirgantara dan bahkan perwakilan dari Lanud Adi Soemarmo Solo menyaksikan melalui layar lebar di sekolah. Acara nonton bareng tersebut juga disaksikan teman-teman sekolah Salma yang juga menjadi anggota paskibra sekolah dengan antusias.

Dody menggambarkan, pada saat nonton bareng dan kamera televisi menggambil gambar Salma, kontan seisi ruangan bergemuruh, teman-temannya ada yang bertepuk tangan bahkan berteriakan menunjukkan kebahagiaan. Namun, ruangan sontak senyap saat Salma menjalankan tugas. Begitu selesai menjalankan tugas, ruangan kembali gegap gemita.

Dody menambahkan, pihak sekolah mengaku bersyukur atas prestasi anak didiknya tersebut. Menurutnya keberhasilan di pentas Paskibraka Nasional 2019 amat membanggakan. Tidak saja mengangkat nama sekolah saja. Namun prestasinya juga mengangkat nama Boyolali dan Jateng. ”Jumat nanti kami akan menjemputnya, nanti akan kita acarakan di sekolah.”

Paskibra Sekolah

Rasa bangga juga dirasakan Aiptu Ahmad Dardiri, ayah dari Muhammad Fany Nurwibowo. Sama seperti Salma, Fany juga terpilih sebagai anggota tim pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.

Saat dihubungi Suara Merdeka, anggota Satlantas Polres Magelang itu bercerita jika sejak SMP anak itu aktif di ekstrakurikuler baris berbaris. Bahkan, masuk dalam tim inti di SMP 1 Magelang. ”Tubuhnya memang tinggi dan badannya tegap, jadi cocok di baris berbaris.

Sejak SMP sudah aktif dan masuk tim inti Paskibraka di sekolah. Pernah juara pertama untuk kelompok saat lomba baris berbaris tingkat Kota Magelang dan juara dua sebagai komandan terbaik,” tutur Ahmad. Kecintaannya pada baris berbaris berlanjut sampai ke jenjang sekolah menengah atas (SMA), yakni di SMA 1 Magelang.

Di tingkat ini, prestasinya meningkat dengan meraih juara pertama kategori perorangan dan juara umum untuk kelompok saat lomba baris berbaris tingkat Kota Magelang. Berbekal kemampuannya tersebut, lelaki kelahiran Magelang, 3 Juni 2002 tersebut mendaftar menjadi anggota tim Paskibraka Kota Magelang 2019.

Fany langsung lolos menjadi anggota dan oleh tim dikirim ke tingkat provinsi bersama pasangan untuk menjalani tes menjadi anggota Paskibraka Jawa Tengah. ”Hasil tes memasukkannya ke lima besar dan ikut tes masuk anggota Paskibraka Nasional. Ia juga lolos bersama pasangannya dan barusan bertugas di Istana Merdeka dengan sukses.

Anak saya jadi komandan 8 saat upacara penurunan bendera (aubade),” tuturnya. ”Kami sangat terharu melihat Fany sukses menjalankan tugas negara dan sempat nangis. Kami bertemu sebentar setelah selesai bertugas, karena dia harus mengikuti pertemuan dengan Presiden Jokowi. Meski bertemu sebentar, rasanya sudah senang dan bangga,” akunya.

Terpisah, Kepala SMA 1 Magelang, Sucahyo Wibowo mengutarakan, sebagai guru ikut bangga dengan prestasi yang telah ditorehkan anak didiknya yang masih duduk di kelas 2 itu. Ia melihat, perjuangan Fany sangat gigih dan pantang menyerah. ”Yang jelas, semua pihak mendukungnya baik dari keluarga maupun sekolah. Juga dukungan dari rekan-rekan dan pembinanya,” jelasnya. (Budi Santoso, Asef F Amani-64)


Berita Terkait
Loading...
Komentar