Melihat Alquran Batik di Solo

SM/Yoma Times Suryadi : ALQURAN BATIK : Pekerja mencanting halaman ayat Alquran dalam selembar kain di Batik Mahkota, Laweyan, Solo, Selasa (28/5).(24)
SM/Yoma Times Suryadi : ALQURAN BATIK : Pekerja mencanting halaman ayat Alquran dalam selembar kain di Batik Mahkota, Laweyan, Solo, Selasa (28/5).(24)

Pusat batik di Kampung Batik Laweyan, Solo yang bernama Batik Mahkota membuat karya yang tidak biasa. Jika biasanya batik identik dengan kain atau busana, kali ini perajin di Batik Mahkota membuat Alquran dari batik.

PEMBUATAN Alquran ini melalui proses yang cukup lama, yakni sejak 2016. Sosok penting di balik pembuatan Alquran batik adalah Alpha Febela Priyatmono, perajin sekaligus pemilik Batik Mahkota. Alpha menjelaskan, awalnya dia terinspirasi Alquran yang ditulis tangan. ”Jika bisa ditulis tangan, berarti juga bisa dibuat dari batik. Dari situlah saya kemudian berkeinginan untuk membuat Alquran dari batik,” jelasnya. Selain itu, Alpha mengatakan, dalam perjalanan dia terngiang katakata ''kitab'' yang jika dibalik berbunyi batik.

Dosen Universitas Islam Batik Solo itu menjelaskan, proses pembuatan Alquran batik membutuhkan waktu cukup lama karena dilakukan secara manual, mulai pengeblatan, pembatikan, pelorotan, pewarnaan, hingga pengeringan. Sejak dimulai tahun 2016, kini sudah mencapai juz 22. Adapun pencetakan atau pengeblatan sudah mencapai juz 28. Alquran batik ini mempunyai ukuran lebar 95 sentimeter dan panjang 105 sentimeter. Di setiap lembar terdapat hiasan di tepi yang berbedabeda. Ini juga tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang.

Hanya mereka yang sudah mempunyai keahlian di bidang batik saja yang dapat menyelesaikannya. Ditanya kapan Alquran batik ini diselesaikan, Alpha tidak bisa memastikan. Hanya, dia berharap pada bulan suci ini bisa rampung.

Paling tidak untuk pengeblatan. ”Tapi ya tidak bisa menargetkan juga. Paling tidak selesai pengeblatan dulu,” katanya. Alpha menambahkan, Alquran batik itu tidak akan dijual, hanya akan menjadi salah satu koleksi Batik Mahkota. Dia mengklaim Alquran batik itu satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia. ”Ini satu-satunya di dunia. Yang lain tidak ada,” tuturnya. (Ari Purnomo L-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar