Bayar THR Kurang, Perusahaan Ditegur Disnakertrans

SM/Hanung Soekendro : PANTAU THR: Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang memantau pembayaran THR di PT Hartono Istana Teknologi Demak, Selasa (28/5). (24)
SM/Hanung Soekendro : PANTAU THR: Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang memantau pembayaran THR di PT Hartono Istana Teknologi Demak, Selasa (28/5). (24)

DEMAK - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng menegur perusahaan yang membayar tunjangan hari raya (THR) kurang dari kententuan.

Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang menegaskan, nominal THR yang dibayarkan perusahaan bagi pekerja dengan masa kerja minimal setahun, yakni satu kali gaji. THR ini bukan gaji pokok, melainkan gaji dan tunjangan sebagaimana yang diterima setiap bulan. Secara keseluruhan, ada 21 aduan terkait pembayaran THR. Penyebab aduan berbeda-beda, salah satunya nominal tak sesuai, yakni Rp 200 ribu. ”Ada yang mengadu hanya menerima Rp 200 ribu. Perusahaannya di Semarang. Ini jelas tak manusiawi,” kata Wika di selasela pantauan ke sejumlah perusahaan di Demak, Selasa (28/5).

Dari 21 aduan yang masuk, pihaknya langsung menangani. Ada 165 pengawas yang bertugas di 35 kabupaten di Jawa Tengah. Dari 21 aduan tersebut, delapan di antaranya di Semarang.

Lainnya dari Jepara, Purbalingga, Demak, dan Pati. Jumlah aduan ini menurun jika dibanding tahun sebelumnya. Pada 2017, ada 36 aduan dan 2018 ada 26 aduan. Selanjutnya, Wika mengingatkan, bentuk THR uang. Tidak boleh sebagian THR dipotong dan diwujudkan jadi bingkisan, sementara nominal THR yang diterima pegawai justru di bawah sekali gaji. Ada dua macam sanksi jika perusahaan tak memenuhi aturan pembayaran THR. Pertama, jika terlambat membayar THR maka perusahaan wajib membayar THR plus 5% dari nominal total THR karyawan dan uang dikelola untuk kesejahteraan karyawan. Kedua, jika tidak memberikan THR, padahal kondisi keuangan bagus maka bisa dikenai sanksi administrasi hingga rekomendasi pencabutan izin operasi.

Nominal Sesuai

Wika dan tim pengawasan menuju ke PT Charoen Pokphand Indonesia di perbatasan Demak dan Semarang serta PT Hartono Istana Teknologi Demak yang memproduksi alat-alat elektronik Polytron.

Wika mengaku lega karena THR sudah dibayarkan tepat waktu, dengan nominal sesuai. GM General Service Hartono Istana Teknologi Max Arif Pramono mengatakan, pihaknya telah membayarkan THR kepada pekerja sejak dua pekan lalu. Dari 10.390 pekerja yang tersebar di tiga pabrik itu, semuanya telah menerima THR pada 22 Mei 2019. ”Semua pekerja telah menerima THR. Kami memberikan di awal agar mereka bisa segera berbelanja untuk hari raya,” ucap Max. (H81-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar