IPA Kudu Kekurangan Air Baku

72.000 Pelanggan PDAM Terdampak

SM/ Maulana M Fahmi : Hendra Setiawan : RAPAT KOORDINASI : Jajaran PDAM, Perum Jasa Tirta, Pusdataru Jateng, dan pelaksana proyek normalisasi saluran Klambu-Kudu saat menggelar rapat koordinasi di @Home Hotel, Jl Pandanaran, kemarin. Warga Bukit Kencana Jaya membeli air isi ulang galon untuk kebutuhan rumah tangga karena aliran air PDAM di kawasan tersebut tak lancar hampir sepekan ini. (22)
SM/ Maulana M Fahmi : Hendra Setiawan : RAPAT KOORDINASI : Jajaran PDAM, Perum Jasa Tirta, Pusdataru Jateng, dan pelaksana proyek normalisasi saluran Klambu-Kudu saat menggelar rapat koordinasi di @Home Hotel, Jl Pandanaran, kemarin. Warga Bukit Kencana Jaya membeli air isi ulang galon untuk kebutuhan rumah tangga karena aliran air PDAM di kawasan tersebut tak lancar hampir sepekan ini. (22)

SEMARANG - Sejak empat hari ini Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu milik PDAM Tirta Moedal kekurangan air baku. Hal itu menyebabkan 72.000 pelanggan PDAM di Semarang bagian timur terkena dampaknya. Sistem penggiliran dua hari sekali terpaksa dilakukan.

Mustofa Ali (33), Warga Badak, Gayamsari mengatakan, sudah dua hari ini air tidak mengalir. Dirinya terpaksa membeli air dari tempat pengisian ulang untuk kebutuhan memasak dan minum.

Adapun untuk mencuci menggunakan air sumur. ”Tahun lalu saat musim kemarau, hal ini pernah terjadi. Bahkan sampai beberapa pekan. Saya harap pemerintah dapat segera mengatasi persoalan ini,” ujar bapak tiga anak ini, kemarin.

Pjs Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal, Kumbino menjelaskan, saat ini IPA Kudu yang menyuplai air bersih di Semarang bagian Barat memang mengalami krisis air baku. Suplai air dari Waduk Klambu melalui Saluran Air Bersih (SAB) Klambu-Kudu ke IPAKudu tak maksimal. Dalam beberapa hari belakangan, suplai air yang masuk berkisar antara 300- 500 liter/detik.

Padahal kebutuhan produksinya di angka 1.000-1.200 liter/detik. Karenanya, sistem penggiliran aliran air ke pelanggan pun dilakukan, agar ada pemerataan. ”Saat ini saluran Klambu-Kudu memang sedang diperbaiki, baru selesai akhir 2019 ini. Jadi aliran air dari Waduk Klambu ke IPA Kudu mengalami hambatan. Pernah diuji coba digelontorkan 300 liter/detik air, namun tidak sampai ke IPAKudu,” ujar Kumbino.

Koordinasi

Adapun saluran Klambu-Kudu memiliki panjang 41 km. Butuh waktu dua sampai tiga hari, air dari Waduk Klambu sampai ke IPAKudu. Petani di sepanjang saluran itu, juga memanfaatkan air untuk mengairi sawah, sehingga air yang sampai ke IPAKudu berkurang. Pihaknya juga sudah berkoodinasi dengan pihakpihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, dan Perum Jasa Tirta (PJT) sebagai pihak penyedia air bersih. Jadi untuk suplai air baku ke IPAKudu, PDAM membayar ke PJT. ”Kami sudah melakukan rapat koordinasi terkait masalah ini. Harapannya, PJT bisa bergerak cepat, mengingat sekitar 72 pelanggan PDAM sudah mengalami krisis air. Salah satunya dengan menyiapkan pompa untuk menambah suplai air di saluran Klambu-Kudu,” terang Kumbino.

Sementara itu, staf PJT, Sucipto menuturkan, setelah rapat koordinasi di @HOME Hotel, Senin (27/5), ada beberapa langkah yang disepakati dalam usaha menyuplai air baku ke IPAKudu. Salah satunya membuka dua pintu air ke saluran Klambu-Kudu. Pada Selasa (28/5) siang, telah digelontorkan air dengan kapasitas 700-800 liter/detik, harapannya, dalam dua hari ke depan sudah sampai ke IPA Kudu. Kemudian suplai air dari Glapan Barat, Gubuk, Grobogan.

Ditambah dengan pompanisasi Sungai Dompo Sayung, Demak, dan pompanisasi KB 15, Gubug, Grobogan. ”Kami tidak bisa menunggu sampai normalisasi saluran Klambu-Kudu selesai, namun kami minta agar percepatan dilakukan.

Beberapa usaha segera kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan air baku ke IPAKudu. Hal itu di antaranya menyuplai air dari tempat lain,” tambah Sucipto.(K18-22)


Berita Terkait
Loading...
Komentar