Daya Beli Masyarakat Semakin Baik

MENJELANG Lebaran, kebutuhan terhadap bahan pokok mengalami meningkat. Siklus tahunan tersebut ditengarai menjadi salah satu pemicu terjadinya kenaikan harga barang secara umum dan terus menerus atau inflasi. Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Nugroho SBM menilai inflasi yang terjadi, menandakan daya beli masyarakat semakin baik. Inflasi yang lebih tinggi disebabkan oleh permintaan barang dan jasa yang mengalami peningkatan.

Harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, daging dan telur cenderung tinggi, khususnya menjelang lebaran. Masyarakat yang sebelumnya hanya membeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekarang harus mempersiapkan jamuan untuk tamu dari sanak famili dan handai taulan. Selain kebutuhan bahan makanan pokok, permintaan terhadap peralatan rumah tangga, pakaian, dan pernak pernik Lebaran juga akan meningkat.

Dibutuhkan suplai yang cukup agar harga tetap terkendali. ”Menjelang Lebaran, konsumsi naik sehingga memicu kenaikan harga. Kemudian juga ada persiapan untuk Lebaran yang menuntut semua serba baru,” kata Nugroho, Selasa (28/5).

Sudah Tepat

Menurut dia, langkah Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam mengatasi inflasi sudah tepat. Dengan menggelar pasar murah artinya menambah suplai atau penawaran barang dan jasa untuk mengimbangi kenaikan permintaan sehingga diharapkan harga kembali turun. Operasi pasar yang dilakukan, kata dia, bisa menjadi solusi jangka pendek asalkan tepat sasaran yaitu pada masyarakat berpenghasilan rendah. Semakin banyak titik operasi pasar makin baik. Ia menambahkan, untuk jangka panjang diperlukan pemantauan stok kebutuhan pokok dan juga pemberantasan mafia atau spekulan pangan dengan lebih mengaktifkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Seperti diketahui pada April 2018 lalu inflasi di Kota Semarang mencapai 0,02 sekarang sudah mencapai 0,47. Hal itu dipaparkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan sambutan dalam acara Bazar Ramadan 2019 di halaman Balai Kota Semarang.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengingatkan pentingnya mengendalikan inflasi agar tingkat produksi bisa mengejar tingkat kebutuhan konsumen sehingga terjadi keseimbangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya kemudian menggelar pasar murah di Balai Kota Semarang dan mengimbau camat di 16 kecamatan untuk menggelar kegiatan serupa. Selain suplai yang digelontorkan pemerintah pusat pasar murah juga digelar oleh satgas pangan dan dinas perdagangan.

Hendi juga meminta agar pihak terkait selalu mengontrol harga barang baik di tingkat pusat, provinsi, dan kota. Di samping itu, para pedagang juga harus selalu diawasi jangan sampai ada yang melakukan penimbunan. ”Begitu harga kebutuhan masyarakat naik, operasi pasar digelar. Khususnya pada H-5 harus dikontrol, karena pada saat itu banyak pedagang yang mencari kesempatan untuk mengambil untung yang banyak,” tandas Hendi. (Mohammad Khabib Zamzami-48)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar