Aktivitas Sampah Muda

Membumikan Nol Sampah demi Keimanan

SM/Dok : SAMPAH MUDA : Anggota Sampah Muda berfoto seusai meresmikan salah satu drop point di Ngaliyan, baru-baru ini. (55)
SM/Dok : SAMPAH MUDA : Anggota Sampah Muda berfoto seusai meresmikan salah satu drop point di Ngaliyan, baru-baru ini. (55)

Permasalahan sampah tak ada habisnya. Di kota-kota besar, masalah sampah sangat perlu untuk diperhatikan, mulai dari pemilahan hingga pengolahannya. Hal ini tak hanya demi lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan iman. Pasalnya, dalam ajaran Islam, Allah menyukai kebersihan dan keindahan.

MESKIPUN sebagian masyarakat sudah memahami soal pemilahan sampah, namun banyak yang belum teredukasi soal pengolahan sampah. Karena itu, Sampah Muda hadir untuk menjawab persoalan tersebut.

Perusahaan yang dibangun tiga pemuda asal Semarang ini berupaya membantu masyarakat mengolah sampah-sampah mereka. Melalui sampahmuda. com, masyarakat kini tak perlu risau ingin mengolah sampah seperti apa. ''Sebenarnya tidak ada sampah. Pohon, daun, dan alam bisa memperbaiki diri sendiri. Namun karena ada manusia, perusahaan, dan lain sebagainya, maka hadirlah sampah,'' ujar salah satu pendiri Sampah Muda, Reanes Putra, kemarin.

Kebersihan itu sebagian dari iman, lanjut dia. Menurutnya, agama Islam mengajarkan pada umatnya untuk mencintai keindahan. Bijak dalam memilah dan mengolah sampah, merupakan bentuk rasa syukur atas keindahan alam yang diberikan Allah.

"Sampah Muda hadir sejak 14 Januari 2017. Kami bekerja sama dengan bank sampah, komunitas, serta aktivis lingkungan dalam pengolahannya,'' kata dia.

Bersama dua kawannya, Ferrindo dan Iwan Afandi, dia ingin masyarakat cerdas dalam mengolah sampah. Melalui situsnya, Sampah Muda bisa menerima sampah-sampah untuk didaur ulang. Masyarakat cukup memasukkan data yang diperlukan jika ingin membawa sampahnya ke beberapa drop point.

Perbaiki Sistem

''Kami selalu memperbaiki sistem tersebut sesederhana mungkin. Tujuannya agar masyarakat nyaman menggunakannya. Nantinya, kami akan membuat aplikasinya agar lebih mudah dan praktis. Setiap mereka mengumpulkan sampah, akan mendapatkan reward berupa poin yang bisa ditukar dengan Go-pay atau yan lain,'' tuturnya.

Pada Ramadan kali ini, Sampah Muda bekerja sama dengan Dompet Duafa. Poin yang didapat juga bisa digunakan untuk berdonasi melalui Dompet Duafa. Sementara itu, untuk kegiatan offline, Sampah Muda memiliki ecosupply. Beberapa produk yang mendukung gaya hidup nol sampah tersedia di sana, mulai dari stainless straw, kompos bag, recycle bag, dan tumblr. ''Saat ini marak gaya hidup diet plastik. Nah, ecosupply menjawab itu semua. Lokasi drop point ada di Tembalang, Gunungpati, Ngaliyan, Pamularsih, dan Semarang Utara.

Untuk area luar Kota Semarang ada di Solo dan Purwokerto. Kami juga bekerja sama dengan Dompet Duafa untuk membuat drop point lagi di Semarang, Solo, dan Purwokerto," jelasnya.

Dia menambahkan, drop point akan terus ditambah. Dia tidak ingin masyarakat yang sudah antusias memilah sampah jadi ngambek karena tidak didukung dengan sistem dan fasilitas yang memadai. Ke depan, sampah-sampah yang sudah terkumpul akan didistribusikan sesuai jenisnya. Untuk sampah daur ulang didistribusikan ke pabrik daur ulang serta sisa organik akan didistribusikan menjadi makanan ternak. Khusus residu dialihkan ke TPA. Selama Ramadan, 15 persen hasil penjualan produk akan didonasikan untuk pemberdayaan pemulung di TPA Jatibarang. (Resla Aknaita Chak-41)


Berita Terkait
Loading...
Komentar