Petugas Bongkar Bangunan Mewah

SM/Pamungkas Suci Ashadi : ROBOHKAN BANGUNAN : Alat berat ekskavator merobohkan batas depan bangunan mewah yang melanggar IMB, di Jalan Kawi Raya Wonotingal, Kecamatan Candisari Semarang, Selasa (14/5). (22)
SM/Pamungkas Suci Ashadi : ROBOHKAN BANGUNAN : Alat berat ekskavator merobohkan batas depan bangunan mewah yang melanggar IMB, di Jalan Kawi Raya Wonotingal, Kecamatan Candisari Semarang, Selasa (14/5). (22)

SEMARANG - Sebuah rumah yang baru dibangun di Jalan Kawi Raya Wonotingal, Candisari dibongkar petugas Satpol PP bersama Dinas Penataan Ruang (Distaru), Selasa (14/5).

Bangunan berlantai lima itu dibongkar lantaran melanggar ketentuan tata ruang bangunan. Kemudian dari Tim Lapangan Distaru naik ke lantai dua memberikan tanda di batas depan bangunan yang belum jadi.

Tim Lapangan Distaru memberikan tanda silang di batas depan bangunan hingga ke lantai lima.

Sekretaris Distaru Kota Semarang, Muhammad Irwansyah mengatakan, bangunan mewah di Jalan Kawi dibongkar karena melanggar ketentuan tata ruang bangunan.

Pemilik bangunan tidak mematuhi rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Pemkot. Walaupun pemilik bangunan telah memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemkot, tetapi dalam pelaksanaannya dilanggar. ”Pemilik bangunan memiliki pelanggaran masalah garis padan bangunan atau batas depan bangunan yang belum jadi. Selain itu, luas bangunan melebihi IMB yang telah ditentukan. Maka, Distaru dibantu Satpol PP dan DPU Kota Semarang untuk menertibkan bangunan itu,” ujar Irwansyah.

Dia mengatakan, pemilik bangunan harus mengurus ketentuan- ketentuan lokal sebelum ada IMB. Maka dalam pembangunan, Distaru bertugas untuk memberikan ketentuan-ketentuan tentang tata ruang. Hal itu di antaranya berupa tata letak garis badan jalan, ketinggian bangunan, lebar bangunan dan masih banyak lagi.

Menurutnya, ketentuan itu, sebagai dasar membuat IMB. Walaupun pemilik bangunan sudah memiliki IMB. Tetapi ada pelanggaran pada ukuran bangunan dan luasan bangunan. Bangunan itu jauh lebih luas dari IMB yang pernah ditentukan Pemkot. ”Maka pagi kemarin bangunan depan dirobohkan sesuai dengan tanda yang diberikan. Karena sebenarnya bangunan itu IMB-nya masih di belakang bangunan,” imbuhnya.

Dalam penertiban itu, pemilik rumah tidak berada di lokasi. Hanya beberapa pekerja saya yang sedang membangun. Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2009 tentang IMB. Selama fisik bangunan sesuai dengan perizinan yang diberikan, tentu warga Kota Semarang berhak mendapat pelayanan maupun kepastian peraturan. ”Penertiban bangunan itu merupakan kali kedua dari Tim Yustisi Pemkot, yaitu mulai dari Distaru Kota Semarang bersama Satpol PP Kota Semarang. Karena masih ditemui adanya pelanggaran di lokasi Jalan Kawi. Maka Distaru dan Satpol PP berupa memberikan tanda silang merupakan batas yang harus dibongkar,” ujar Endro.(kas-22)


Berita Terkait
Loading...
Komentar