Bawaslu Rekomendasikan Coblosan Ulang di 18 TPS

SM/Antara - DIAMANKAN :Petugas menata 10 kotak suara yang diamankan di Kantor KPU Kabupaten Tegal, Kamis (18/4). KPU Kabupaten Tegal atas rekomendasi Bawaslu pada 20 April 2019 akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 04 Desa Blubuk dan TPS 24 Desa Dukuhwringin, karena ditemukan adanya pemilih yang mencoblos menggunakan KTP elektronik luar daerah. (55)
SM/Antara - DIAMANKAN :Petugas menata 10 kotak suara yang diamankan di Kantor KPU Kabupaten Tegal, Kamis (18/4). KPU Kabupaten Tegal atas rekomendasi Bawaslu pada 20 April 2019 akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 04 Desa Blubuk dan TPS 24 Desa Dukuhwringin, karena ditemukan adanya pemilih yang mencoblos menggunakan KTP elektronik luar daerah. (55)

SEMARANG -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan pemungutan suara ulang di 18 TPS di Jawa Tengah. TPS-TPS tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota. Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih menjelaskan pihaknya telah memerintahkan pada Bawaslu kabupaten/kota untuk menyerahkan rekomendasi dan hasil kajian pada KPU kabupaten/kota.

Sebab, keputusan pemungutan suara ulang ada di tangan KPU kabupaten/ kota.”Sore ini sudah saya minta sampaikan rekomendasi dan hasil kajiannya. Kalau soal diputuskan pemungutan suara ulang atau tidak, itu kewenangan KPU,” kata Ana, Jumat (19/4).

Ke-18 TPS tersebut, lanjutnya, antara lain tersebar di Kota Semarang (3), Kabupaten Tegal (2), dan sembilan daerah lain, yakni Banyumas, Boyolali, Brebes, Jepara, Kendal, Pemalang, Kabupaten dan Kota Magelang, serta Kota Salatiga.

Koordinator Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jawa Tengah Rofiuddin mengataka rekomendasi pemungutan suara ulang dilakukan karena Bawaslu mendapati pelanggaran di TPS-TPS tersebut. Ia menyebutkan, seperti di TPS 16 Desa/Kecamatan Welahan, Jepara ada kesalahan karena ketua KPPS berhalangan hadir dan diganti orang lain yang tidak sesuai dengan yang tertera dalam blangko.

Ada juga pemilih tanpa formulir C6 kemudian nyoblos menggunakan KTP elektronik di TPS yang berada di luar domisilinya. Anggota KPU Jateng Ikhwanudin mengatakan sejumlah rekomendasi dari Bawaslu telah masuk. Namun baru tiga TPS yang diputuskan untuk dilaksanakan pemungutan suara ulang.

Yakni TPS 16 Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Jepara; TPS 4 Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal; dan TPS 24 Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Untuk pelaksanaan, KPU telah menyediakan logistik, termasuk surat suara. ëíUntuk Jepara dan Kabupaten Tegal, pemungutan suara ulang sudah kami putuskan tanggal 20 April 2019. Yang lainnya belum diputuskan,íí kata Ikhwan.

Hingga semalam, KPU kabupaten/kota masih melakukan rapat pleno untuk menentukan apakah akan dilakukan pemungutan suara ulang atau tidak. Mereka mempertimbangkan kajian yang telah diserahkan oleh Bawaslu. ”Pelaksanaan pemungutan suara ulang paling lambat 10 hari setelah hari pemungutan suara,” jelasnya.

Tak Profesional

Ikhwan menambahkan, rekomendasi yang telah masuk untuk pemungutan suara ulang di antaranya TPS 26 Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali; TPS 1 Kampung Tulung, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang; dan TPS 1 Dusun Jambu, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Jajaran Bawaslu Jawa Tengah juga menemukan masih adanya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jawa Tengah yang tak profesional dalam mengisi formulir model C-1 dalam Pemilu 2019.

Misalnya, ada KPPS yang tidak menulis angka perolehan suara di formulir C-1. Ada juga C-1 plano hanya menggunakan kertas biasa karena kertas C-1 plano kurang. Ada juga C-1 yang banyak coretan. Formulir model C-1 adalah formulir yang berisi perolehan suara peserta pemilu. Data inilah yang akan menjadi pegangan untuk melihat perolehan suara.

”Berdasarkan pencermatan Panwascam, masih ada beberapa KPPS yang tidak sempurna dalam mengisi formulir C-1 sehingga diperkirakan ada perbaikan data di tingkat kecamatan,” kata Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka. Mulai kemarin, jajaran KPU di tingkat kecamatan mulai merekapitulasi perolehan suara. Rekapitulasi ini bagian dari lanjutan pemungutan suara yang dilakukan pada 17 April lalu di masing-masing TPS.

Setelah dari TPS, maka berkas-berkas logistik pemilu diserahkan ke tingkat kecamatan. Bawaslu Jawa Tengah mengimbau agar KPU mengutamakan kecermatan dalam rekapitulasi. ”Harus hati-hati betul. Tidak hanya mengejar agar cepat selesai,” kata Fajar. (H81-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar