Pembahasan Metode Survei Lebih Penting

JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing mengingatkan, apa pun yang dipaparkan sejumlah lembaga survei pascapencoblosan hanyalah mengindikasikan peluang (menangkalah).

Karena itu, menurutnya, yang lebih layak dibongkar dari survei hitung cepat dan sebagainya adalah metodenya, bukan hasil survei itu. Pakar komunikasi publik Universitas Pelita Harapan mengatakan, semua pihak sebaiknya menunggu hasil perhitungan manual terhadap semua suara dari seluruh Indonesia oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Jangan sampai ada yang merasa sudah menang. Setelah pemilu, lembaga survei telah menyampaikan hasil perhitungan cepat. Hasil tersebut menunjukkan perbedaan perolehan suara oleh dua pasangan calon presiden.

Terkait pelaku survei, dalam pandangan Emrus lembaga survei yang sudah terdaftar di KPU lebih memiliki ”otoritas” menyampaikan hasil survei kepada publik daripada yang belum terdaftar di KPU. Bila ada lembaga survei yang belum terdaftar di KPU, tetap bisa saja melakukan survei. Namun hasilnya bersifat internal. Karena itu, hasilnya tidak untuk disajikan ke ruang publik.

”Kalaupun memang hasil survei internal disampaikan ke publik, sebaiknya tidak hanya merilis hasilnya yang memosisikan pasangan calon tertentu memperoleh angka lebih banyak dari caon lainnya.Paling penting metode survei,” tandasnya. Sebab jika metode sudah baik, tepat, dan benar, maka hasilnya dipastikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (A20-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar