Diintegrasikan, Kertajati Dapat Limpahan Umrah

BANDUNG - Opsi menjadikan bagian dari integrasi antarbandara, termasuk embarkasi umrah, diharapkan dapat meramaikan aktivitas penerbangan dari Bandara Kertajati, Majalengka.

”Sekian bandara jadi terintegrasi, Kertajati akan ikut mendistribusi beban dengan konsep sharing traffic,” kata Dirut Angkasa Pura II, M Awaluddin setelah bertemu Sekda Jabar, Iwa Karniwa di Gedung Sate Bandung, Kamis (18/4). Menurut dia, dalam sistem multiairport, Kertajati bakal menunjang aktivitas penerbangan bersama-sama dengan Bandara Sukarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma dalam satu paket.

Opsi itu memungkinkan, bahkan ideal sehingga diharapkan bisa segera direalisasikan. Dia mencontohkan pelayanan penerbangan umrah bisa dilimpahkan ke bandara kebanggaan Jabar itu. Menurutnya, frekuensi umrah di Sukarno-Hatta sudah sangat tinggi sehingga perlu disebar. Kecuali bagi warga Banten dan DKI Jakarta, Awaluddin mengusulkan supaya Kertajati dijadikan embarkasi bagi warga Jabar, Jateng, Lampung, bahkan luar Jawa lainnya.

”Selama ini, Sukarno-Hatta melayani DKI, Jabar, Banten, dan Lampung. Idealnya sudah harus dipecah dan dilimpahkan ke Kertajati. Apalagi fasilitas bandara bisa. landasan pacu sudah 3.000 meter, apron sudah diperluas. Demikian juga dengan paralel taxi way,” jelasnya.

Perlu Koordinasi

Berdasar informasi, Garuda sudah ditunjuk untuk melayaninya. Tinggal berkoordinasi dengan travel agen perjalanan umrah. ”Ini perlu diatur dan dikoordinasikan dengan baik,” jelasnya. Untuk memindah penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, dia menyebut kurang memungkinkan. Pasalnya, akses ke Kertajati terutama Tol Cisumdawu yang belum rampung dinilai masih belum ideal sehingga dianggap akan merugikan penumpang.

”Jangan sampai mereka terbebani,” jelasnya. Iwa Karniwa menambahkan, pihaknya bakal mendorong akselerasi pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang saat ini dalam pengerjaan. ”Kita tentu ingin mengoptimalkan Kertajati secepatnya, salah satunya percepatan Tol Cisumdawu.

Sembari menunggu, kita berharap potensi 15 juta warga di Cirebon- Indramayu-Majalengka-Kuningan (Ciayumajakuning) bisa digarap, terutama melalui penerbangan umrah,” tandasnya. (dwi-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar