Indonesia Makin Diperhitungkan

Luncurkan Kapal Selam

SM/Antara - SIAPDIRESMIKAN: Kapal selam KRI Alugoro-405 siap diresmikan pengoperasiannya di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL di Surabaya, Kamis (11/4). Kapal selam diesel electric submarine U209/1400 produksi PT PAL tersebut merupakan kapal selam pertama yang dirakit secara lokal.(24)
SM/Antara - SIAPDIRESMIKAN: Kapal selam KRI Alugoro-405 siap diresmikan pengoperasiannya di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL di Surabaya, Kamis (11/4). Kapal selam diesel electric submarine U209/1400 produksi PT PAL tersebut merupakan kapal selam pertama yang dirakit secara lokal.(24)

SURABAYA- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meluncurkan kapal selam pertama buatan Indonesia yang diberi nama Alugoro di Dermaga Kapal Selam PTPALIndonesia, Kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (11/4).

Secara keseluruhan, ini merupakan kapal selam ketiga yang diluncurkan Indonesia. Peluncuran tersebut membuat pertahanan RI semakin diperhitungkan, bahkan masuk 10 besar dunia.

”Peluncuran kapal selam ketiga ini adalah terobosan besar dalam industri pertahanan Indonesia, dan membuat negara kita semakin diperhitungkan dunia,” tegas Ryamizard. Ia mengatakan, masyarakat patut berbangga karena pertahanan nasional maju sembilan langkah dibanding tahun 2014. Oleh karena itu, dengan diresmikannya kapal selam ketiga ini akan semakin meningkatkan getaran efek kepada dunia dan membuat daya tempur nasional semakin diperhitungkan.

”Indonesia memang tidak mempunyai musuh negara, namun dengan peluncuran kapal selam ini menunjukkan bahwa kita mampu memenuhi alutsista (alat utama sistem persenjataan) sendiri, bahkan ke depan akan memiliki kemampuan untuk menjual alutsista ke negara lain,” katanya.

Ia menjelaskan, kemampuan Indonesia membuat alutsista mandiri sesuai dengan cita-cita bangsa, yakni menjadi poros maritim dunia, dan keberadaan samudera merupakan tempat terpenting bagi Indonesia. ”Saya berterima kasih kepada BUMN PALIndonesia yang bekerja sama baik dengan pemerintah Korea Selatan melalui Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.Ltd (DSME) melalui proses transfer of technology (TOT),” paparnya.

Direktur Utama PTPALIndonesia (Persero) Budiman Saleh berterima kasih atas kepercayaan Kemenhan untuk membangun kapal selam itu yang didanai melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun dari pengajuan awal Rp 2,5 triliun.

”Dengan kapal selam yang diluncurkan hari ini, industri pertahanan Indonesia khususnya matra laut mendapatkan kekuatan baru, sebagai upaya penguatan sistem pertahanan negara dalam menjaga dari potensi ancaman,” katanya. Dengan peluncuran itu, Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang telah mengembangkan dan membangun teknologi kapal selam.

Kapal selam Alugoro memiliki spesifikasi jenis Diesel Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE U209 Chang Bogo Class), dan memiliki panjang keseluruhan 61,3 meter dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada di bawah air. Kapal tersebut mampu membawa 40 kru dengan kemampuan jelajah hingga 50 hari dan didesain dengan life time atau usia mencapai 30 tahun, dengan bobot 1.460 ton saat muncul di permukaan, dan 1.596 ton ketika menyelam.

Selain itu, memiliki teknologi baru dan canggih yakni mampu mengatasi peperangan di bawah permukaan laut. Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal dalam keterangan tertulis mengatakan, Alugoro merupakan pesanan ketiga TNI Angkatan Laut, hasil kerja sama PTPAL dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Korea Selatan.

Kapal selam pertama yang bernama KRI Nagapasa-403 dirakit dan dibuat di Korea Selatan dan telah diresmikan pada 2 Agustus 2017, sedangkan kapal selam kedua bernama KRI Ardadedali 404 juga telah diresmikan di Galangan Daewoo, Korea. Terkait nama, kata dia, Alugoro diambil dari cerita pewayangan, yang merupakan salah satu senjata berbentuk gada yang dimiliki Prabu Baladewa, tokoh yang dikenal adil, tegas dan jujur.

Senjata Alugoro yang dimiliki Baladewa merupakan hadiah dari gurunya Batara Brama yang mengajarkan berbagai macam ilmu. Senjata ini diberikan Batara Brama kepada Baladewa setelah dinyatakan lulus menuntut ilmu. Sebelumnya, nama Alugoro juga pernah digunakan sebagai nama kapal selam yang didatangkan dari Uni Soviet, yaitu RI Alugoroñ406 yang merupakan bagian dari paket pengiriman 12 kapal selam Whiskey Class.

Pemberian nama Alugoro diharapkan bisa menginsipirasi TNI ALagar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya, serta kapal selam ini bisa menjadi senjata yang memiliki daya hancur yang besar dan dahsyat serta tidak pernah kalah dalam setiap peperangan. (ant-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar