Tiga Siswi Tersangka

Kasus Penganiayaan Audrey

JAKARTA- Polresta Pontianak, Kalimantan Barat menetapkan tiga siswi SMA berinisial FZ, TP, dan NN sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Audrey (14), seorang pelajar SMP di Kota Pontianak.

”Dari hasil pemeriksaan, akhirnya kami menetapkan tiga orang sebagai tersangka, sementara lainnya sebagai saksi,” kata Kapolresta Pontianak Kombes Muhammad Anwar Nasir, kemarin.

Penetapan tersebut, kata Anwar, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi. Ketiga pelaku mengakui penganiayaan, tetapi tidak melakukan pengeroyokan dan merusak bagian tubuh sensitif seperti informasi yang viral di media sosial. ”Terhadap ketiga tersangka dikenakan pasal 80 ayat (1) UU No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara, atau kategori penganiayaan ringan sesuai dengan hasil visum oleh Rumah Sakit Mitra Medika,” katanya.

Menurut Anwar, sesuai UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka dilakukan diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana). ”Baik korban maupun tersangka sama-sama anak-anak, sehingga semua tahapan harus didampingi oleh pihak orang tua dan KPPAD (Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah) Kalbar sesuai dengan hak mereka,” katanya.

Anwar menambahkan, dari hasil visum oleh pihak Rumah Sakit Mitra Medika tidak ada luka atau memar di area sensitif korban, dan itu juga diperkuat dari keterangan ketiga tersangka dan sembilan saksi yang diperiksa, yang membantah melakukan hal itu. ”Fakta yang hingga ditetapkan sebagai tersangka, yakni tersangka menjambak rambut korban, mendorong hingga jatuh, dan ada tersangka yang melempar menggunakan sandal,” katanya.

Anwar mengimbau, masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang menyesatkan di media sosial. Sementara itu, Kepala Bidang Dokkes Polda Kalbar, Kombes dr Sucipto mengatakan, dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan area sensitif masih utuh. ”Tidak ada robekan atau luka, dan tidak ada trauma fisik pada area sensitif tersebut,” katanya.

Audrey mengaku dianiaya oleh siswi SMAdi Pontianak pada 29 Maret 2019. Namun, peristiwa itu baru diadukan ke Polsek Pontianak Selatan pada 5 April 2019 dan kemudian dilimpahkan ke Polresta Pontianak. (cnn-19)


Loading...
Komentar