Jangan Remehka Infeksi Gigi

Oleh Irma Mutiara Manggia

Mengalami masalah pada gigi, misalnya gigi berlubang, terkadang tidak menggerakkan seseorang untuk segera mendatangi dokter gigi, karena tidak disertai rasa nyeri atau sakit. Akhirnya terjadi infeksi pada gigi.

Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, akan menimbulkan masalah baru. Tahukah Anda, jika infeksi pada gigi bisa mengakibatkan berbagai penyakit pada organ-organ tubuh lainnya? Infeksi gigi muncul disebabkan lubang gigi yang cukup lama, sehingga terjadi kematian jaringan pulpa (bagian tengah gigi yang terdiri atas jaringan ikat dan sel-sel).

”Kalau jaringan nekrosis ini tidak dibersihkan, akan menyebabkan peradangan dan muncul infeksi. Kemudian infeksi juga bisa timbul pada daerah gusi, ini terjadi karena karang gigi yang menumpuk,” jelas drg Embun Munggrani.

Dokter gigi yang berpraktik di kawasan Borobudur Utara Semarang tersebut mengatakan, tanda-tanda sudah adanya infeksi ditandai dengan kemunculan abses atau pembengkakan pada daerah gusi yang berisi nanah.

Biasanya terasa sakit yang terus-menerus atau bisa juga sakitnya hilang timbul. Kalau penyebabnya adalah karang gigi, biasanya gusi akan meradang dan memerah, sehingga terjadi kerusakan gusi dan tulang.

Dan jika kondisinya sudah parah, gigi akan goyang. ”Nah terkadang yang terjadi adalah infeksi sudah ada, tapi tidak menimbulkan rasa sakit, makanya orang tidak menganggap ada masalah.

Jadi ya tidak datang ke dokter gigi,” ujar Embun. Kebanyakan orang hanya mendatangi dokter gigi apabila sudah muncul rasa sakit, tapi tidak pernah memeriksakan gigi secara rutin meski tidak ada keluhan.

”Yang sering terjadi biasanya, walaupun lubang gigi sudah ada atau karang gigi sudah banyak, tidak juga mengunjungi dokter gigi karena alasan tidak sakit,” tuturnya.

Padahal infeksi gigi harus diatasi secara tuntas. Membiarkannya berlarut-larut sama saja dengan membiarkan kuman semakin menyebar dan bisa menimbulkan berbagai efek yang tidak menyenangkan.

Bagaimanapun gigi adalah bagian dari tubuh yang juga harus dialiri darah. Akan sangat berbahaya jika bakteri yang berasal dari infeksi gigi terbawa ke organ lain melalui pembuluh darah.

”Banyak sekali komplikasi yang dapat terjadi, antara lain meningkatkan risiko stroke, kanker mulut, infeksi pada organ lain seperti kardiovaskular, paru-paru, hati, dan juga menambah risiko kelahiran prematur pada kehamilan,” jelas Embun.

Lebih lanjut ia menambahkan, ”Bahkan penelitian terbaru dari kesehatan gigi dan mulut menyebutkan, pria yang kesehatan gigi dan mulutnya buruk berisiko tujuh kali lebih rentan mengalami disfungsi seksual.”

Rutin Periksa

Selain itu, beberapa penyakit juga bisa dideteksi melalui kondisi gigi dan mulut seseorang. Seperti diabetes melitus, leukimia, AIDS, tuberculosis, infeksi jamur dan virus, serta penyakit autoimun.

Bagaimana dengan perempuan hamil? Mengapa mereka wajib menjalani pemeriksaan gigi, selain pemeriksaan darah dan lainnya? Embun menjelaskan, perempuan hamil atau sedang menjalani program hamil disarankan memiliki kondisi gigi dan mulut yang sehat.

Hal tersebut karena faktor hormonal pada wanita hamil menyebabkan gusi mudah radang dan bengkak. Produksi saliva juga menurun, sehingga rentan terjadi karies atau karang gigi, juga gingivitis atau gusi bengkak (inflamasi pada gusi).

Jika perempuan yang hamil tersebut memiliki riwayat sakit gigi dan di saat hamil kambuh sakit giginya, akan sulit makan sehingga asupan nutrisi bisa terganggu. Belum lagi bakteri yang disebabkan infeksi gigi dan gusi bisa terbawa pembuluh darah ke organ lain.

Anda mungkin sering mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Karena bagi sebagian orang, sakit gigi yang amat sangat bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Karean itu, sebelum telanjur terjadi masalah pada gigi, ada baiknya menjaga kebersihannya. Menyikat gigi dengan baik dan benar minimal dua kali sehari merupakan hal paling mendasar yang wajib hukumnya. Terutama menyikat gigi sebelum tidur.

Masih banyak orang yang malas menyikat gigi sebelum tidur, padahal hal tersebut termasuk yang ‘wajib’Anda lakukan. Berikutnya, kurangi makanan manis dan lengket. Sebaliknya, perbanyak makan sayur dan buah. Jangan lupakan juga asupan air putih minimal dua liter per hari.

Lakukan flossing dengan benang khusus untuk membersihkan sela-sela gigi, karena tidak semua sisa makanan bisa terangkat melalui menyikat gigi. Meskipun Anda tidak memiliki keluhan sakit gigi, rutinlah memeriksakan gigi tiap enam bulan sekali.

Karena terkadang beberapa masalah gigi sebenarnya sudah muncul tapi belum menyebabkan rasa sakit. Dan apabila terjadi masalah yang spesifik pada rongga mulut, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi spesialis penyakit mulut.

”Mengobati gigi dalam keadaan sudah parah akan membuat kunjungan perawatan berkali-kali dan tentu membutuhkan biaya lebih mahal. Jadi mencegah itu lebih baik dan lebih murah daripada mengobati,” imbuh Embun. (49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar