Berbahaya Obat Bius yang Dijual Bebas

Oleh Irma Mutiara Manggia

SEMPAT menghebohkan warganet, obat bius yang belum lama ini dijual secara bebas di medsos alias media sosial, membuat kita bertanya-tanya, bagaimana hal itu bisa disalahgunakan?

Dijual secara bebas, dikonsumsi (dalam hal ini diinjeksi) sendiri tanpa pengawasan, dan bagaimana efeknya terhadap tubuh? Menjual dan menyalahgunakan obat-obatan secara ilegal dalam hal ini obat bius, tentu saja bisa terjerat hukum. Belum lagi efek yang bisa ditimbulkan terhadap tubuh.

Efeknya tentu saja buruk, bahkan bisa mematikan. Obat bius yang beredar tersebut merupakan jenis propofol, yakni obat yang digunakan dokter anastesi untuk membuat pasien tidak sadarkan diri sebelum melakukan operasi.

Dr Wisnu Wardhana Mkes SpAn, spesialis anastesi SMC (Semarang Medical Center) menjelaskan, bila diinjeksikan propofol bersifat seduktif, sehingga disalahgunakan. Namun yang tidak disadari penggunanya adalah efek bahaya yang mengintai.

Secara sederhana, akan memberi efek terhadap empat hal yang disingkat menjadi ABCD, yakni Airway (jalan napas), Breathing (nafas), Circulation (sirkulasi peredaran darah), dan Disability (kesadaran menurun).

"Airway atau jalan nafas terganggu, lidah akan turun, air liur jadi banyak, efeknya jadi mendengkur (mengorok). Kondisi ini harus dibebaskan, artinya jalan nafasnya harus dibuka, air liur harus diisap menggunakan alat, seperti pada prosedur pasien yang sedang dioperasi. Kalau menyalahgunakannya di rumah jelas berbahaya," papar Wisnu. Selain jalan nafas, pernafasan (Breathing) pun otomatis terganggu.

Wisnu menjelaskan, sirkulasi oksigen menjadi tidak bagus, akan terjadi disaturasi atau penurunan kadar oksigen dalam darah, di mana juga akan memengaruhi sirkulasi (Circulation) peredaran darah. Jantung akan memompa lebih cepat dan setelah itu tubuh tidak sanggup melakukan kompensasi, akhirnya detak jantung jadi m e l e - mah. E f e k selanjutnya adalah Disability atau kesadaran menurun.

"Obat bius yang beredar di Indonesia itu 20 cc, kalau diinjeksi sembarangan atau tanpa pengawasan dokter, bisa langsung terjadi henti nafas," tutur Wisnu. Apabila digunakan dalam dosis kecil, yang terjadi adalah kondisi setengah sadar dan mengantuk.

Disalahgunakan

Meskipun begitu, bukan berarti bisa dikonsumsi sendiri di rumah, karena obat bius yang diinjeksi bersifat akut, tetap saja bisa berbahaya bila disalahgunakan. Tindakan anastesi berupa bius total atau disebut sebagai anastesi umum, ditujukan untuk membuat pasien tidak sadarkan diri dan tidak merasakan sakit selama ia dioperasi.

Obat-obatan tersebut juga memengaruhi kerja otak dan seluruh bagian tubuh lainnya. Anastesi umum sendiri dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan obat tersebut ke dalam pembuluh darah vena atau dengan menggunakan aliran gas bius lewat pemasangan masker khusus.

Dan jenis anastesi tersebut digunakan untuk operasi besar dengan mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan pasien. Anastesi umum bisa menimbulkan berbagai reaksi yang berbeda- beda bagi tiap pasien, antara lain reaksi alergi terhadap obat anastetik, mual dan muntah, penurunan suhu tubuh, sakit kepala, nyeri otot atau nyeri punggung.

Adapun faktor risiko yang bisa meningkatkan efek samping bius total antara lain orang yang mengalami sleep apnea (henti nafas saat tidur), kejang, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, memiliki masalah pada jantung, ginjal atau paru-paru, pecandu alkohol, dan perokok. Dengan berbagai kemungkinan risiko yang bisa muncul, tentu terbayangkan risikonya apabila dilakukan sendiri di rumah tanpa pengawasan tenaga medis.

Meminum obat demam, antibiotik atau obat-obatan lainnya saja memiliki aturan dan tidak boleh digunakan sembarangan atau melebihi dosis yang disarankan dokter, apalagi jenis obat-obatan yang ilegal dikonsumsi seperti obat bius. Bijak dalam mengonsumsi obatobatan tentunya merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri (49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar