KPK Akan Hadirkan 25 Saksi

SEMARANG - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan 25 saksi dalam perkara dugaan suap kepengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan terdakwa Wakil Ketua DPR nonaktif Taufik Kurniawan. ”Total ada 25 saksi yang akan kami hadirkan selama proses persidangan,” kata jaksa penuntut umum KPK Eva Yustisia setelah sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin.

Pada sidang sebelumnya, KPK menghadirkan lima saksi. Mereka antara lain Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi, Bupati Kebumen nonaktif Yahya Fuad, Muhammad Khayub Luthfi, Adi Pandoyo, dan Hojin Anshori. Tasdi sudah divonis pidana tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang dalam perkara suap terkait proyek di kabupaten setempat.

Dia juga menerima hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama tiga tahun. Yahya telah dinyatakan bersalah dalam perkara lain. Dia dihukum empat tahun penjara dan dicabut hak politiknya selama tiga tahun. Sementara itu, dalam persidangan terungkap, Rp 1,2 miliar dari Tasdi kepada Taufik Kurniawan diberikan lewat Ketua DPWPAN Jateng Wahyu Kristianto. Tasdi mengakui, suap diberikan supaya anggaran DAK untuk Kabupaten Purbalingga Rp 50-100 miliar yang ditawarkan terdakwa disetujui. Dari nilai tersebut, Kabupaten Purbalingga kemudian menerima DAK Rp 48 miliar.

Membangun Jalan

”Total Rp 48 miliar yang disetujui, digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan. Uang kompensasi atau fee 5 persen saya berikan melalui Wahyu Kristianto,” kata Tasdi daam persidangan.

Dalam dakwaan juga disebutkan, pada Agustus 2017, Tasdi lewat seseorang menyerahkan uang kompensasi DAK Rp 1,2 miliar kepada terdakwa melalui Wahyu di tempat tinggalnya, Kabupaten Banjarnegara. Dalam perkara ini, Taufik diancam dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ftp-41)


Loading...
Komentar