Kesegaran Buah dalam Air Putih

Oleh Irma Mutiara Manggia

PERHATIAN para warganet tertuju pada botol air yang berisi potongan buah yang dibawa Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno pada ajang debat Cawapres minggu lalu.

Botol tersebut tidak lain adalah infused water, yakni air putih (air mineral) yang di dalamnya terdapat beberapa potongan buah segar. Infused water sebenarnya sudah populer dan menjadi bagian dari gaya hidup sejak akhir 2013. Hingga kini, dengan kesadaran akan pola hidup sehat, minuman ini masih memiliki banyak penggemar. Air infus hanya terdiri atas air putih atau air mineral yang biasanya dingin, diberi irisan buah segar atau buah-buahan dengan rasa cenderung masam, tanpa menambahkan gula atau pemanis buatan atau es batu. Air infus bisa terdiri atas satu jenis buah saja atau beberapa jenis buah. Bisa juga dengan menambahkan beberapa lembar daun mint untuk rasa yang lebih segar.

Semuanya tergantung selera. Buah-buahan yang bisa dipakai untuk air infus antara lain lemon, kiwi, jeruk nipis, jeruk manis, jeruk sunkist, jeruk bali, anggur, stoberi, mentimun, dan belimbing. Sementara buah-buahan dengan tekstur lunak seperti pepaya, pisang atau semangka, tidak dianjurkan karena mudah hancur jika direndam dalam waktu yang lama. Apel juga kurang cocok digunakan karena kandungan buahnya cepat teroksidasi setelah diiris. Proses perendaman atau pendiaman buah dalam air putih dianjurkan dengan air bersuhu sedang atau netral (bukan air hangat). Ini akan menghasilkan antioksidan yang lebih bagus. Prof Dr Fatimah Muis MSc SpGK menjelaskan, manfaat dari infused water yang paling utama adalah sebagai antioksidan. "Tubuh kita sebenarnya juga berfungsi sebagai oksidator yang diproduksi dari liver, namun kita juga membutuhkan antioksidan dari luar, lewat makanan seperti buah-buahan dan sayur," paparnya.

Ia juga menjelaskan, buah-buahan dengan kecenderungan rasa masam ini juga berfungsi untuk menyeimbangkan asam-basa dalam tubuh. Waktu yang paling baik untuk mengonsumsi infused water adalah di pagi hari ketika perut masih kosong atau sebelum memulai sarapan. Keunggulan dari air yang mengandung vitamin tinggi ini menjadi sumber dehidrasi yang lebih bagus dan lebih menyegarkan ketika meminumnya, dibandingkan dengan air putih biasa.

Rasa masam dan manis yang alami menambah rasa segar dalam air putih, terutama jika sebelum diminum, Anda mendiamkannya terlebih dahulu di dalam kulkas. Tampilannya yang menarik dan berwarna-warni, terutama jika Anda memasukkan beberapa jenis buah di dalamnya, membuat ingin terus meminumnya. Ini otomatis membantu Anda yang tidak suka atau jarang meminum air putih, jadi lebih sering mengonsumsi air putih.

Mitos Air Infus

Jika Anda pernah mendengar kalau infused water berbahaya jika terus dikonsumsi, anggapan ini keliru. Sebaliknya, jika ada anggapan kalau rutin mengonsumsinya, bisa menurunkan berat badan, ini juga keliru. Semua yang alami atau berasal dari alam tidak akan menimbulkan keracunan. Selama Anda tidak terlalu berlebihan mengonsumsi infused water dalam sehari (misalnya hingga puluhan botol dalam sehari), tidak tidak akan menimbulkan keracunan. Fatimah menjelaskan, zat atau pigmen warna dalam buah-buahan dan sayuran (antosianin) berfungsi sebagai antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-infeksi. Mengonsumsinya dalam bentuk infused water hingga beberapa botol dalam sehari, bagus untuk meminimalisir racunracun, sekaligus sebagai suplemen alami bagi tubuh. Perlu Anda ingat, mengonsumsi air infus bukan berarti sebagai pengganti buah dan sayur.

Anda tentu tetap dianjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, adapun air infus berfungsi sebagai tambahan atau suplemennya. Manfaat yang paling nyata dari infused water adalah mencegah dehidrasi. Bila rutin dikonsumsi, secara umum memang lebih bagus daripada air putih biasa, karena memiliki kandungan nutrisi dari buah yang terlarut di dalamnya. Namun seberapa banyak vitamin dan mineral yang terlarut di dalamnya tidak diketahui pasti. Karena itu, Anda tetap disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah. Lalu, air infus terutama yang berisi irisan lemon, dikatakan bisa membantu menurunkan berat badan, ini pun belum terbukti.

Logikanya, air yang diminum masuk ke usus, sedangkan lemak ada di bawah kulit. Namun, akan ada efek tidak langsung dari banyak mengonsumsi air infus yang membantu mengurangi jumlah asupan makanan. Para ahli gizi menganjurkan meminum air putih sebelum makan (misalnya satu gelas penuh), ini bertujuan untuk memberi rasa kenyang, sehingga kita tidak terlalu kalap menyantap makanan.

Begitu juga dengan konsumsi air infus. Air infus yang diminum sebelum makan, akan memberi rasa kenyang sehingga kita bisa mengontrol banyaknya makanan yang masuk ke dalam tubuh. Jika secara rutin terus dilakukan, otomatis berat badan akan berkurang. Secara lebih spesifik, air infus yang diisi irisan lemon membantu mengurangi kembung. Ini karena air lemon memiliki manfaat diuretik atau menarik air dari sel tubuh, sehingga membuat kita lebih sering berkemih. Dan pada sebagian orang, membuat frekuensi BAB lebih banyak. Terakhir yang tak boleh dilupakan, air infus memang bisa diisi ulang, disimpan dalam kulkas, lalu diminum lagi. Namun tidak untuk waktu yang lama. Air infus sebaiknya dikonsumsi dalam waktu kurang dari 24 jam atau ketika buah-buahan di dalamnya masih terlihat segar. Irisan buah yang terlalu lama direndam dalam air bisa terkena oksidasi dari udara, sehingga tidak bagus lagi untuk dikonsumsi.

Membuat dan Menyimpan

Untuk menyimpan infused water memang disarankan menggunakan botol kaca bertutup rapat, yang tentunya telah dicuci bersih. Lalu pastikan buah masih segar, tidak layu, dan sudah dibersihkan. Dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jangan gunakan buah yang mudah lembek dan hancur. Simpan infused water dalam kulkas segera setelah dibuat. Tunggu sekitar dua jam sebelum diminum dan segera dikonsumsi sebelum 24 jam. Dan tetap simpan dalam kulkas bila belum berencana untuk meminumnya. Kalau disimpan terlalu lama, buah akan hancur dan kandungannya akan rusak dan kehilangan nutrisinya.

Untuk resepnya sendiri, Anda bisa menggunakan satu jenis, dua jenis atau lebih, bahkan menambahkan elemen lainnya seperti daun mint, kayu manis atau bahkan jahe. Untuk membuatnya pun sangat mudah dan Anda bisa menggunakan buah-buahan yang mudah dijumpai. Mulai dari infused water semangka, kiwi, lemon dan parutan jahe, mentimun dan daun mint, nanas dan daun mint, blackberry dan jeruk, stroberi, lemon dan daun mint, jeruk nipis, mandarin dan daun mint, dan beragam resep lainnya sesuai selera. Anda juga bisa saling mencampur buah-buahan tersebut supaya tidak bosan. (49)


Baca Juga
Loading...
Komentar