Menuju Satu Juta Entrepreneur Muda

Sukses Itu Mudah!

Bbermimpilah setinggi langit, sebab kesuksesan berawal dari mimpi. Sukses itu mudah! Dan simpel. Mindset seperti itulah yang coba ditanamkan kepada mahasiswa ketika Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, memboyong seminar Leadership Motivation dengan tema ‘Sukes itu Mudah’di audit II kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Lembaga kemahasiswaan itu merasa perlu untuk menanamkan pola pikir kepada mahasiswa bahwa sukses itu tidak butuh keluhan. Untuk sukses, mindset klasik seperti anggapan tidak mampu atau tidak punya apa-apa, harus dihilangkan. Sebab, sejatinya, puncak kesuksesan seseorang bermula dari sebuah pengalaman perih, didukung kemauan keras dan usaha maksimal untuk mengubah situasi.

Itulah yang menurut Ketua panitia seminar , Afifudin, memang perlu disemaikan dalam benak mahasiswa. Mindset mereka harus diubah. Lewat seminar leadership ini diharapkan mahasiswa termotivasi untuk berani mengejar kesuksesan. ”Sukses bisa dimulai dari bawah. Kami membawa tokoh-tokoh sukses ini ke kampus. Ini ada contoh riil. Mahasiswa bisa belajar langsung dari orang-orang sukses,” ujar mahasiswa semester delapan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo itu.

Mahasiswa menurut dia perlu belajar menjadi entrepreneur. Dalam kabinet Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo, ada Departemen Ekonomi Kreatif yang mewadahi kreativitas mahasiswa. ”Kampus Ini seperti miniature negara, lewat wadah ini kami mencoba membangkitkan kreativitas mahasiswa. Kita, mahasiswa harus menjadi entrepreneur, berdiskusi melibatkan semua pihak, untuk meramu keyakinan bahwa sukses itu diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. Perkembangan teknologi sekarang sangat mendukung untuk meraih sukses. Kalau tidak mengikuti teknologi, siap-siap sajalah tertinggal,” papar Afifudin.

Tetapi lanjut dia, memang perlu motivasi. Kolaborasi dengan Cahaya Sekolah Kehidupan (CSK) dengan motivator Yanuar Prihatin bersama tim artisnya seperti Tommi Kurniawan, Said ”Bajuri”, Ifan Govinda, dan Jerico, merupakan sebuah upaya untuk menyemangati kaum muda di Semarang, khususnya mahasiswa UIN Walisongo. Pada kesempatan itu, panitia juga menghadirkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Namun demi urusan motivasi, alumni UIN Walisongo itu tidak dihadirkan dalam kapasitas sebagai menteri, tetapi sebagai anak guru SD. ”Ini perlu motivasi. Pak Hanif Dhakiri kami tampilkan sebagai anak guru SD.

Bagaimana perjuangan seorang anak guru SD menjadi seorang menteri, itu kan luar biasa memotivasi mahasiswa. Apalagi Pak Menteri adalah alumni UIN. Ia menjadi contoh riil bagi mahasiswa bahwa sukses bisa diraih dari bawah,” jelas Afifudin.

Pihaknya satu visi dengan Cahaya Sekolah Kehidupan yang punya mimpi mewujudkan Satu Juta Entrepreneur Muda. Karenanya tidak hanya mahasiswa UIN Walisongo saja yang hadir, panitia mengundang mahasiswa yang tergabung dalam BEM Semarang Raya, juga perwakilan SMAse-Semarang. ”Targetnya 2000 peserta.Target itu hampir terpenuhi, auditorium penuh. Ini sudah luar biasa walaupun tak sampai pada angka itu,” ujar dia.

Sementara itu, Wakil Dema, Eva Gusti Agung Pratama, mengatakan, ìHarapannya, seminar Leadership Motivation dapat membangun kader-kader leadership yang memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tinggi sehingga dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang lebih baik dan maju.” Turut hadir pula dalam seminar yang berkaitan dengan dies Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ke-49, dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Sondhy Purwoko, SE, MM selaku perwakilan sambutan Gubernur Jawa Tengah, dan tentu saja Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibin MAg.

Kekuatan Mimpi

Yanuar Prihatin, pada kesempatan itu menambahkan bahwa keyakinan, kerja keras, dan sikap optimisme sangat diperlukan dalam meniti karir untuk kesuksesan. Benar bahwa sukses itu berawal dari mimpi. Tetapi menurut Yanuar ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, harus bisa memahami impian secara spesifik dan sesuai kebutuhan. Kedua, impian harus yang cerdas dan fokus. ”Pahami impian Anda, tanamkan setiap saat dalam pikiran, hati, ucapan dan tindakan. Lalu, fokus sama satu impian yang ingin dicapai,” jelas dia.

Ia mengatakan bahwa setiap individu harus menetapkan pilihan utama yang ingin dicapai. Seperti menulis target yang akan dicapai ke depan. Di samping itu kesempatan meraih kesuksesan tidak datang dua kali. ”Impian membuat Anda lebih jelas, menemukan prioritas, berani mengambil risiko dan InsyaAllah akan bisa meramalkan masa depan,” kata Yanuar.

Seperti menegaskan Afifudin, Wakil Rektor III, Prof DR Suparman Syukur MAg yang berkesempatan membuka seminar, mhasiswa harus memiliki mindset sukses yang kuat. ”Mahasiswa harus punya mindset yang tinggi, tidak hanya berpikir kuliah teori di kelas, namun perlu pula aktif dalam kegiatan dan acara-acara luar yang bermanfaat sehingga menunjang prestasi maupun pengalaman yang lebih luas. Ingat, keberhasilan tidak bisa dicapai kecuali dari mimpi.” Adapun Sondhy Purwoko sangat apresitif dengan kegiatan mahasiswa menumbuhkan jiwa entrepreneur itu. Impian, tekad kuat, dan kerja keras untuk mewujudkan mimpi. Itulah yang ditularkan pula oleh Jerico. Lelaki asal Buol, Sulawesi itu meyakinkan mahasiwa bahwa sukses memang berawal dari mimpi.

Jerico juga bercerita selama SMPsampai SMAsepulang sekolah harus bekerja sebagai kuli bangunan. ”Saya melakukan itu, karena saya punya mimpi. Saya hidup susah, lihat orang lain bisa, kok saya tidak. Dalam hati saya punya mimpi jadi orang berguna, saya harus bisa lebih dari orangorang lain,” ujar lelaki yangm enghabiskan waktu studi SMPdan SMAdi Palu.(Eko Edi N-53)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar